Pertumbuhan Sektor Pertanian 2009 akan Melambat 0,69%

Pertumbuhan Sektor Pertanian 2009 akan Melambat 0,69%

- detikFinance
Jumat, 13 Mar 2009 15:25 WIB
Pertumbuhan Sektor Pertanian 2009 akan Melambat 0,69%
Jakarta - Pemerintah melalui Departemen Pertanian menargetkan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian pada tahun ini tumbuh sebesar 4,20 persen. Pertumbuhan ini melambat 0,69 persen dari tahun 2008 yang sempat tumbuh 4,89 persen.
        
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian (Deptan), Dr.Ir.Hassanudin Ibrahim ketika menjadi pembicara dalam Diskusi Panel dengan tema "Building Strategy For Agribussiness Competitiveness" di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (13/3/2009).

"Pertumbuhan PDB pertanian sempit, di tahun 2009 ditargetkan sebesar 4,20 persen, turun dari tahun sebelumnya namun untuk tambahan lapangan pekerjaan di sektor pertanian, ditargetkan naik sebesar 675.000 orang dari tahun 2008," ujarnya.

Namun untuk  penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian menargetkan kenaikan menjadi 44 juta orang di 2009. Jumlah ini mengalami kenaikan dari tahun 2008 yang hanya sebesar 41 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada tahun ini pemerintah juga mengupayakan swasembada gula dengan sasaran fisik pada tahun 2010 mencapai 3,41 juta ton," jelasnya.

Sedangkan dari Neraca Perdagangan Pertanian, Hassanudin menjelaskan tahun ini juga naik menjadi sebesar US$ 16,22 miliaar atau naik sekitar US$ 2 miliar dari tahun 2008.
        "Target indikator makro pertanian ini merupakan strategi pengembangan daya saing agribisnis yang merupakan perspektif pemerintah," pungkasnya.Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian yang melambat pada tahun ini disebabkan masih adanya kelemahan-kelemahan di sektor tersebut.

Menurut praktisi bisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Juan Permata Adoe, sektor pertanian di Indonesia mempunyai kelemahan-kelemahan yang menyebabkan PDB pertanian bisa berjalan lambat.

"Tidak tersedianya benih yang baik, kemudian tidak adanya koordinasi antar departemen teknis, kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas, serta kurangnya infrastruktur dan fasilitas yang memadai menjadi beberapa kelemahan-kelemahan di sektor pertanian," paparnya.

Juan Permata menjelaskan bahwa harus ada kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah melalui suatu program-program baik jangka panjang dan jangka pendek.

"Program jangka pendek seperti sertifikasi produk, perbaikan fasilitas dan infrastruktur serta perbaikan wilayah sedangkan untuk jangka panjang, yaitu melalui pemetaan wilayah, memperluas jaring industri dan melalui perjanjian bilateral dan multilateral," ujarnya.

Sementara Guru Besar Bidang Agroindustri IPB Irawadi Djamaran juga menambahkan bahwa selain program-program tersebut, sektor pertanian perlu adanya dukungan-dukungan yang bersifat riil.
       
"Pertama, yaitu dukungan kapital atau modal dari lembaga keuangan maupun pemerintah kepada pelaku pertanian (petani), kedua yaitu perlunya informasi yang harus diberikan kepada petani sedangkan ketiga yaitu produksi pupuk yang merupakan suportir untuk pertanian dapat ditingkatkan," ujarnya.
(dru/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads