Kekecewaan itu semakin memuncak setelah dalam ajang pameran internasional International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) tersebut pihak Depdag tidak membantu dalam promosi ekspor, bahkan pejabat dari Depdag maupun Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) tidak menunjukan batang hidungnya.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono saat dihubungi detikFinance, Jumat (13/3/2009).
"Saya kecewa dengan Depdag, sampai hari ini mereka tidak turun, nggak ada. Dari BPEN nggak ada yang muncul juga ini menunjukan kalau mereka tidak punya sense untuk ekspor," keluh Ambar.
Ia menyatakan seharusnya pemerintah dalam hal ini Depdag tidak boleh melakukan dikotomi program antara pemerintah dan swasta. Saat ini ia melihat terkesan ada dikotomi dari program pemerintah dalam berpromosi.
"Depdag, BPEN harus turun ke lapangan, jangan hanya duduk dikantornya, soal dukungan sama sekali nol," ketusnya.
Ia mengungkapkan kekecewaan ini, karena menurutnya kalangan pengusaha furnitur tidak membutuhkan segala macam stimulan yang tidak jelas. Justru menurutnya stimulan terbesar dan dibutuhkan adalah promosi dari pemerintah.
Target US$ 170 Juta
Untungnya, kata Ambar, meskipun dukungan dari pemerintah minim namun cukup terobati setelah sampai hari ketiga hari ini jumlah peserta yang mulai mendapatkan penjajakan kontrak telah mencapai 60% dari seluruh peserta.
"Perkembangannya bagus, buyer sudah hadir dan serius. Saya yakin target US$ 170 juta di hari kelima tercapai, 60% peserta sudah dapat kontrak, dua hari lagi mungkin bisa 80%," imbuhnya.
Tak Menjawab
Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Kepala BPEN Bachrul Chairi saat dihubungi oleh detikFinance untuk diminta konfirmasinya ternyata tidak mengangkat sambungan telepon. Layangan pesan singkat yang dilayangkan ke kedua pejabat tersebut juga tidak dijawab.
Sebelumnya Ambar mengatakan nasib ekspor industri furnitur dalam negeri dipastikan akan ditentukan pada bulan Maret 2009 ini melalui gelaran pameran IFFINA.
"Kalau di IFFINA gagal, kita betul-betul masuk jurang," jelasnya. (hen/lih)











































