"Nanti ada kontrak lagi, tanggal 25 Maret kalau tidak salah untuk menambah pasokan satu kargo," ujar Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R Priyono kepada wartawan, di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (13/3/2009) malam.
Menurut Priyono, pasokan satu gas tersebut berasal dari pengurangan pembelian gas alam cair yang dilakukan perusahaan asal Taiwan, Chinese Petroleum Corporation (CPC).
"Dengan tambahan satu kargo tersebut, berarti kebutuhan gas untuk pabrik pupuk ini dapat terpenuhi hingga Juni-Juli," ungkapnya.
Priyono menambahkan, setelah bulan Juni PIM akan memperoleh pasokan gas dari ExxonMobil melalui pipa jumper (penghubung) yang saat ini masih dalam proses kontruksi. "Mudah-mudahan bulan Juni pipa jumpernya sudah jadi," harap Priyono.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Mashudianto menyatakan PIM akan kembali mendapatkan pasokan satu kargo gas pada April 2009. Pada bulan Januari, PIM sudah memperoleh pasokan satu kargo gas dari sembilan kargo yang dibutuhkannya.
"Satu kargo pertama untuk PIM 2, pada akhir Maret ini akan habis, tapi kita sudah akan dapat kontrak lagi.
Supply gas selanjutnya satu kargo sudah siap dideliver di April," ujar Mashudianto belum lama ini.
Mashudianto menyatakan pihaknya membeli gas tersebut dengan harga US$ 5,8 per mmbtu. "Kita harga komersil US$ 5,8 per mmbtu. Dengan harga sekarang itu sudah break even," ungkapnya.
Mashudianto menjelaskan, saat ini pihaknya memang membutuhkan pasokan gas pada 2009 dan 2010, namun untuk tahun 2011, ia mengaku telah mendapat komitmen dari Blok A yang dikelola Medco.
"Yang kritikal itu kan cuma 2009-2010, kalau 2011 kesana sudah secure dari Medco di blok A 110 mmscfd untuk 2 pabrik," tandasnya.
(epi/ir)











































