Menkeu G20 'Matian-matian' Cari Solusi Perangi Krisis

Menkeu G20 'Matian-matian' Cari Solusi Perangi Krisis

- detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2009 11:51 WIB
Menkeu G20 Matian-matian Cari Solusi Perangi Krisis
Horsham, London - Pertemuan awal menteri keuangan negara G20 dimulai Sabtu ini (14/3/2009) di Horsham, London yang membahas serius masalah krisis finansial global saat ini. Para menkeu G20 akan 'mati-matian' mencari solusi karena pasar sangat berharap ada hasil yang signifikan pada pertemuan kali ini.

Seperti dilansir dari AFP, Sabtu (14/3/2009) hal-hal yang akan dibahas serius dalam pertemuan kali ini diantaranya masalah stimulus fiskal yang telah dilakukan sebagian besar negara G20 untuk membantu ekonomi negaranya. Masalah yang tak kalah penting adalah isu proteksionisme yang mulai gencar dilakukan anggota G20 seperti AS dengan program Buy American.

Pertemuan itu juga akan menyinggung negara-negata tax haven agar melonggarkan kebijakan kerahasia bank. Karena negara seperti Swiss diduga menjadi tempat sasaran menaruh dana para perusahaan yang menjadi pemicu krisis di negara-negara maju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika pertemuan gagal membuat komitmen yang jelas, dikhawatirkan akan membuyarkan harapan pasar akan munculnya resep ajaib untuk mengatasi krisis dunia saat ini.

Menteri Keuangan Inggris Alistair Darling juga berharap ada pandangan yang sama dan positif antara negara-negara di Eropa, dengan Jepang, China dan AS.

"Saya berharap ada komitmen yang bisa memberikan dukungan ke masyarakat, dunia usaha dan ekonomi kita," kata Alistair.

Namun pertemuan itu juga diperkirakan akan mengalami perbedaan-perbedaan tajam dari setiap negara dalam program penyelesaian krisisnya. Pejabat senior di AS yang juga merupakan penasihat ekonomi Presiden Obama, Larry Summers mengatakan pemimpin dunia harus mencoba melakukan lompatan dalam pemulihan ekonomi global dengan memompa lebih banyak uang ke kegiatan ekonominya.

Usulan itu dipastikan tidak akan diterima Eropa karena banyak pemimpin negara di wilayah itu tidak ingin melakukan belanja lebih besar karena anggaran yang defisit.

Sementara pada pertamuan Kamis lalu (12/3/2009) Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel sepakat membuat aturan yang ketat untuk mencegah krisis di masa mendatang. Keduanya lebih suka membuat aturan yang ketat ketimbang belanja pengeluaran yang lebih besar.

Awal pekan ini, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick mengatakan krisis kali ini adalah yang terburuk sejak 1930. Menurutnya aneka stimulus yang digelontorkan banyak negara akan kurang efektif kecuali jika sistem finansial diperbaiki.

Pertemuan kali ini juga kemungkinan akan membahas tambahan dana untuk IMF agar organisasi itu bisa membantu negara-negara yang mengalami krisis parah.                       
       
Puncak pertemuan G20 akan berlangsung 2 April yang akan dihadiri sejumlah kepala negara. Anggota negara G20 adalah Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brazil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, dan Uni Eropa.



(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads