Tarif Kamar Hotel Masih Bisa Naik Lagi

Tarif Kamar Hotel Masih Bisa Naik Lagi

- detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2009 12:07 WIB
Tarif Kamar Hotel Masih Bisa Naik Lagi
Jakarta - Tarif hotel akan kembali naik jika nilai tukar rupiah terus melemah hingga 13.000 per dolar AS. Potensi kenaikan ini karena para pengusaha hotel masih memiliki utang investasi dalam bentuk dolar yang harus terus dibayar.
 
"Kalau sampai 13.000/US$ pasti akan ada penyesuaian lagi, saya rasa nggak ada yang suka kalau tarif naik," kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yanti Sukamdani saat dihubungi detikFinance, Jumat malam (13/3/2009)
 
Namun menurut Yanti, jika terjadi kenaikan kembali maka peningkatannya tidak akan mengikuti secara linier mengikuti pergerakan dolar AS. Maklum selama ini masih banyak hotel-hotel yang mematok tarifnya melalui kurs dollar.
 
Dengan kondisi krisis seperti ini, lanjut dia, industri perhotelan sangat tergantung dengan permintaan. Karena selama ini suplai lebih tinggi dari pada demand, dampaknya para pengusaha mengalami tekanan yang berujuang pada pemutusan hubungan kerja (PHK).
 
"Yang saya tahu bukan lah PHK, tapi lebih pada merumahkan karyawan yaitu 2 minggu kerja 2 minggu tidak," ucapnya.
 
Namun kata dia saat ini belum terjadi PHK serius bagi industri perhotelan. Tetapi ia mengakui pada saat terjadi kasus luar biasa beberapa waktu lalu seperti boom Bali I dan II banyak pengusaha yang mem-PHK karyawannya.
 
Rezeki Pemilu
 
Yanti menjelaskan hajatan pemilu tahun 2009 ini bisa menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha hotel mengais rezeki lebih banyak lagi, menyusul potensi permintaan kamar pada saat kampanye dan pemilu.
 
"Pemilu sekarang ini banyak partai yang memerlukan tempat, ini lumayan bagi hotel, sekarang ini yang penting tetap survive," jelasnya.
 
Mengenai tingkat hunian atau okupansi menurutnya masih relatif baik. Namun kata dia rata-rata nasional masih mencapai 50% sampai 55%, sedangkan untuk wilayah Bali mencapai 70%, Manado 50%.
 
"Soal hunian tergantung daerahnya, untuk hotel bintang 3 ke bawah huniannya lebih besar," ungkapnya.
 
Dikatakannya, kondisi permintaan kamar hotel hingga bulan Juli tahun ini masih cukup bagus. Sedangkan pada bulan Agustus dan September diperkirakan mulai sepi, kemudian klimaksnya terjadi pada bulan Oktober dan November.
 
"Oktober dan November nggak pernah ramai dalam sejarah, baru setelah itu bulan Desember ramai lagi," katanya.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads