"Perkembangan perekonomian dari hasil evaluasi triwulan I, perlambatan ekonomi masih terus berlanjut di triwulan II," ujar Senior Analyst Directorate of Credit, Rural Banks and MSME Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari dalam 'Rapat Roadmap pemberdayaan UMKM khusus untuk kawasan Outsourcing dan Factoring di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Sabtu (14/3/2009).
Menurut Yunita, penyebab utama melambatnya konsumsi rumah tangga adalah melemahnya daya beli yang diakibatkan oleh terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yunita mengatakan, sepanjang triwulan I-2009 terjadi penurunan permintaan di sektor utama ekonomi yaitu pertanian, industri dan perdagangan. Diperkirakan permintaan di 3 sektor ini akan berlanjut di triwulan II-2009.
"Tiga sektor utama ini meski melambat namun tetap tumbuh." jelas Yunita.
Kendati demikian, Yunita mengatakan laju perlambatan ekonomi yang terjadi di tahun ini akan ditahan oleh adanya dorongan konsumsi masa pemilu. "Perlambatan ekonomi di triwulan II akan sedikit ditahan oleh permintaan domestik menjelang Pemilu yang akan mendorong kegiatan perekonomian," tandasnya.
Sementara di sektor UMKM, Yunita masih melihat ada pertumbuhan. Sebab, Yunita melanjutkan, UMKM melayani permintaan domestik. "Pada bulan Januari 2009, pangsanya 50,2% meningkat dibandingkan 2008 kan 43,8%. Hal ini menunjukan semakin banyak bank yang mau memberikan kredit UMKM," ungkapnya.
(epi/dro)











































