"Kita belum bisa tahu, tapi kalau sudah cek ke lapangan, dan akan dilakukan setelah tiga bulan jalan, sekitar awal Mei," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulida saat ditemui di acara kunjungan Mendag di Cirebon, Minggu (15/3/2009).
Diah mengatakan untuk para importir terdaftar (IT) yang telah mendapat izin dari Depdag, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap efektifitas penggunaan aktifitas impor 5 produk tertentu oleh IT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya pihaknya juga ingin mengcek beberapa lokasi importir (IT) di Jakarta, terutama bagi para importir baru yang mungkin alamatnya pun belum jelas untuk di cek kembali.
Selain itu kata dia jika ada IT yang terbukti tidak aktif melakukan aktifitas impor atau apalagi tidak menggunakannya maka sankinya adalah pembekuan izin status IT.
"Pertama, pasti pembekuan dulu, artinya status IT ada, tetapi tidak bisa lakukan kegiatan impor. Kalau misal dia buat permohonan, mungkin angka pengenal impor, atau identitas kepabeanannya tidak benar, pasti kita pertama akan pembekuan," jelasnya.
Mengenai realisasi impor dikelima produk tertentu yaitu garmen, mainan, elektronik, makanan minuman dan alas kaki, Diah mengatakan selama satu bulan Februari 2009, para IT belum terlalu banyak yang melakukan impor.
"Realisasinya belum terlalu banyak, dan kebanyakan saya lihat selama ini kebanyakan perushaan-perusahaan yang memang impor, seperti Nike, Adidas," ungkapnya.
Soal jumlah IT hingga kini ia mengaku tidak tahu persis, namun katanya angka belum sampai 3000 IT, dimana IT produk elektronik adalah yang terbanyak disusul IT produk garmen, makanan minuman dan yang paling sedikit IT produk mainan. (hen/dro)










































