Depdag Evaluasi Pengetatan Impor 5 Produk Mei 2009

Depdag Evaluasi Pengetatan Impor 5 Produk Mei 2009

- detikFinance
Minggu, 15 Mar 2009 13:12 WIB
Depdag Evaluasi Pengetatan Impor 5 Produk Mei 2009
Cirebon - Departemen Perdagangan (Depdag) akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengetatan impor untuk 5 produk tertentu di 5 pelabuhan yang tertuang dalam Permedag No 56 Tahun 2008 pada Mei 2009. Evaluasi itu meliputi efektifitas kebijakan mencakup evaluasi komprehensif  bagi para importir terdaftar (IT).

"Kita belum bisa tahu, tapi kalau sudah cek ke lapangan, dan akan dilakukan setelah tiga bulan jalan, sekitar awal Mei," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulida saat ditemui di acara kunjungan Mendag di Cirebon, Minggu (15/3/2009).

Diah mengatakan untuk para importir terdaftar (IT) yang telah mendapat izin dari Depdag, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap efektifitas  penggunaan aktifitas impor 5 produk tertentu oleh IT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena  kita juga tidak mau kalau, ah yang penting dapat IT dulu lah, siapa tau nanti bisa impor.  Kita tidak ingin seperti  itu, harus IT aktif," jelasnya.

Rencananya pihaknya   juga ingin mengcek beberapa  lokasi importir (IT) di Jakarta, terutama bagi para  importir baru yang  mungkin  alamatnya pun belum jelas untuk di cek kembali.

Selain itu kata dia jika ada IT yang terbukti tidak aktif melakukan aktifitas impor atau apalagi  tidak menggunakannya maka sankinya adalah pembekuan izin status IT.

"Pertama, pasti pembekuan dulu,  artinya status IT ada, tetapi tidak bisa lakukan kegiatan impor. Kalau misal dia buat permohonan, mungkin angka pengenal impor, atau identitas kepabeanannya tidak benar, pasti kita pertama akan pembekuan," jelasnya.

Mengenai realisasi impor dikelima produk tertentu yaitu garmen, mainan, elektronik, makanan minuman dan alas kaki,  Diah mengatakan selama satu bulan Februari 2009, para IT   belum terlalu banyak yang melakukan impor.

"Realisasinya belum terlalu banyak, dan kebanyakan saya lihat selama ini kebanyakan perushaan-perusahaan yang memang impor, seperti Nike, Adidas," ungkapnya.

Soal jumlah IT hingga kini ia mengaku tidak tahu persis, namun katanya angka belum sampai 3000 IT, dimana IT produk elektronik adalah yang terbanyak disusul IT produk garmen, makanan minuman dan yang paling  sedikit IT produk  mainan. (hen/dro)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads