Seperti dikutip dari situs OPEC, dengan adanya penurunan permintaan tersebut, maka stok minyak mentah akan bertahan di posisi yang tinggi, yaitu 59 hari.
Pada saat yang bersamaan, OPEC juga mencatat produksi minyak dari negara non OPEC justru akan meningkat 400.000 bph di 2009 menjadi 50,7 juta bph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski banyak negara yang menggelontorkan dana bailout untuk sektor perbankan dan paket stimulus fiskal, OPEC memperkirakan dampaknya baru akan terlihat tahun depan.
"Untuk itum OPEC berharap pertemuan G-20 April nanti akan menghasilkan keputusan yang berkontribusi pada peningkatan ekonomi dunia secara substansi," katanya.
Pelemahan ekonomi dunia memang sangat terasa pada harga minyak mentah yang kini berada di kisaran US$ 40 per barel atau anjlok dari rekor tertingginya sebesar US$ 147 per barel.
OPEC pun memangkas produksi anggotanya pada September dan Desemebr 2008 dengan total volume 4,2 juta bph. Namun harga minyak tak banyak bergerak.
Kini, meski tidak memutuskan pemotongan produksi pada pertemuan akhir minggu lalu di Wina, namun OPEC akan tetap memantaui perkembangan ekonomi ke depan. Pertemuan reguler (ordinary meeting) OPEC selanjutnya akan digelar di Wina pada 9 September 2009.
"OPEC juga berkomitmen untuk menstabilkan pasar, menjamin pasokan minyak pada konsumen pada harga yang sesuai bagi ekonomi dunia saat ini," tambah siaran resmi tersebut.
Sekjen OPEC El-Badri Diperpanjang
Pertamuan OPEC kali ini juga memutuskan untuk memperpanjang masa jabatan Sekretaris Jenderal OPEC Abdalla Salem El-Badri. Masa jabatan El-Badri diperpanjang untuk tiga tahun setelah berakhir pada 1 Januari 2010.
(lih/ir)










































