Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (16/3/2009).
"Hal ini menjadi rangkuman hasil pertemuan Menteri-Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di London, diperkirakan juga pemulihan kondisi ekonomi global berlangsung gradual pada 2010," tuturnya.
Pemulihan kondisi ekonomi global ini bisa terjadi pada 2010 asalkan upaya pembersihan aset-aset bermasalah (toxic assets) dari perbankan di AS bisa berlangsung dengan cepat.
"Langkah yang paling urgent untuk memulihkan kondisi ekonomi dunia saat ini adalah membersihkan neraca dari sektor keuangan di AS, saat ini banyak pinjaman macet yang harus dibersihkan supaya perbankan bisa kembali berfungsi," katanya.
Setelah itu baru perbankan diberikan tambahan modal sehingga dapat kembali memberikan lending yang saat ini tersendat.
Selain itu, dikatakan Anggito penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi negatif ini, jelas akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2009 yang proyeksi awalnya 4,5%.
"Ini pasti ada pengaruhnya, tapi berapa besarannya nanti akan diumumkan pada pembahasan APBN-P 2009 pertengahan tahun," tukasnya.
(dnl/qom)










































