Dana dari China Seret, PLTU Indramayu Unit 2 Tertunda

Dana dari China Seret, PLTU Indramayu Unit 2 Tertunda

- detikFinance
Senin, 16 Mar 2009 14:01 WIB
Dana dari China Seret, PLTU Indramayu Unit 2 Tertunda
Jakarta - Seretnya pencairan pendanaan dari China membuat komersialisasi PLTU Indramayu unit 2 harus diundur. Pinjaman valas sebesar US$ 590 juta yang dijanjikan Bank of China belum ada kepastian.

Demikian disampaikan Direktur Konstruksi PLN Agung Nugroho saat ditemui di Departemen ESDM, Jakarta, Senin (16/3/2009).

PLTU Indramayu unit 1 dijadwalkan masuk tahap komersialisasi pada Septmber 2009, unit 2 pada Desember 2009 dan unit 3 Maret atau April 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi untuk Indramayu karena valas dari China belum, kemungkinan akan mundur sedikit. Unit 2 bisa bulan Januari 2010," katanya.

PLTU Indramayu merupakan satu dari 3 PLTU 10.000 MW yang dijadwalkan beroperasi tahun ini. Dua pembangkit lainnya adalah PLTU Labuan dan Rembang.

PLTU Labuan unit 1 dijadwalkan beroperasi komersial pada September 2009 dan unit 2 pada Desember 2009. Jadwal yang sama juga berlaku untuk unit 1 dan 2 PLTU Rembang.

"Untuk yang lain masih on schedule. Tapi kondisi perekonomian kan lagi seperti ini, kita tidak boleh terlalu optimistis, harus melihat yang real," katanya.

Kebutuhan valas proyek 10.000 MW memang didominasi lembaga keuangan China. Namun pendanaan dari negeri tirai bambu ini sedang seret karena konflik pembelian pesawat Merpati Airlines dari pabrikan China, Xian Aircraft.

Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelumnya, China menggunakan konflik Merpati-Xian untuk menyandera pendanaan 10.000 MW tahap pertama.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads