"Kami telah melakukan riset dan hasilnya mengejutkan, sekitar 37% pengeluaran iklan perusahaan salah tempat dan tidak tepat sasaran," ujar pakar periklanan dunia Greg Stuart di hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Senin (16/3/2009).
Greg telah melakukan studi atas pengeluaran iklan perusahaan-perusahaan di AS dan Uni Eropa. Studi tersebut dilakukan pada perusahaan-perusahaan dengan pangsa pasar terbesar di dunia, sehingga menurut Greg hasilnya bisa mewakili seluruh perusahaan di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa perusahaan yang masuk dalam studi tersebut antara lain: McDonalds, Toyota, Ford, Warner Brothers, Universal dan sebagainya.
"Khusus untuk AS, pengeluaran iklan perusahaan mencapai US$ 300 miliar. Mengacu pada hasil studi tadi, estimasinya sekitar US$ 112 miliar tidak tepat sasaran, atau boleh dikatakan buang-buang uang dan tidak berguna," jelas Greg.
Greg belum bisa memberikan angka pengeluaran iklan seluruh perusahaan di dunia. Namun ia mengatakan, estimasi pengeluaran iklan yang tidak tepat sasaran sebesar 37% bisa dijadikan acuan untuk mengetahui berapa besar uang yang dibuang perusahaan untuk iklan-iklan yang tidak berguna.
"Jika dijadikan acuan untuk seluruh dunia, saya kira angka 37% tidak ilmiah. Namun riset atas 30-an perusahaan papan atas itu saya kira bisa mewakili dunia," ujarnya.
Secara rinci, Greg mengatakan kesalahan terbesar para perusahaan dalam mengiklankan produknya adalah pemilihan media yang tidak tepat.
"Kesalahan pemilihan media mencapai 83%. Ini sangat mengkhawatirkan, karena ini merugikan semua pihak, baik konsumen maupun perusahaan itu sendiri," jelasnya.
Selain itu, berdasarkan riset yang sama Greg menyimpulkan kalau 31% pesan dalam iklan yang diluncurkan perusahaan tidak tepat sasaran.
"Pesan yang ingin disampaikan dalam iklan juga banyak tidak tepat sasaran, sekitar 31% yang salah," ujarnya.
Berdasarkan riset yang sama juga, Greg mengatakan tingkat motivasi perusahaan yang ingin dituangkan dalam iklan yang dibuatnya juga banyak tidak tepat sasaran.
"Besar kesalahan motivasi mencapai 36%," ujarnya.
Menurut Greg, terjadinya kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan kurangnya penggunaan metode riset yang tepat untuk menentukan iklan seperti apa yang ingin dibuat oleh sebuah perusahaan.
"Berdasarkan studi, jarang perusahaan melakukan riset dengan menggunakan metode yang tepat sebelum membuat iklan. Itulah kenapa banyak terjadi kesalahan yang sebenarnya merugikan perusahaan juga. Banyak uang mereka dikeluarkan tanpa hasil yang jelas, terutama pada tingkat penjualan," papar Greg.
Oleh sebab itu, Greg yang merupakan tokoh penting pencipta imej Yahoo, salah satu search engine papan atas dunia mengimbau pentingnya melakukan riset sebelum membuat iklan.
"Tujuannya sederhana, agar perusahaan tidak mengeluarkan uang banyak tanpa hasil yang nyata di penjualan," ujarnya.
(dro/qom)











































