Kebutuhan Valas BUMN Kurang dari US$ 1 Miliar

Kebutuhan Valas BUMN Kurang dari US$ 1 Miliar

- detikFinance
Senin, 16 Mar 2009 15:22 WIB
Kebutuhan Valas BUMN Kurang dari US$ 1 Miliar
Jakarta - Kebutuhan mata uang asing alias valas seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga tahun 2012 ditaksir tidak akan lebih dari US$ 1 miliar.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (16/3/2009).

"Kami sudah dapat laporan dari 25 BUMN besar. Nanti tinggal dilaporkan saja ke Menteri Keuangan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program penghimpunan eksposure valas tersebut juga dilakukan agar Kementerian Negara BUMN bisa diketahui secara rinci implikasinya terhadap ekonomi makro.

Ia mengatakan, eksposure valas milik perusahaan plat merah tersebut dipastikan tidak akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi makro Indonesia ke depannya.

Dalam laporan 25 BUMN besar tersebut, ia mengatakan, isinya antara lain kebutuhan pendanaan dan pengeluaran valas hingga tahun 2012.

"Jumlahnya sendiri tidak banyak, saya tidak hapal angkanya. Tapi lebih kecil dari US$ 1 miliar," ungkapnya.

Beberapa saat yang lalu, ia telah mengumpulkan 25 BUMN besar untuk melaporkan kebutuhan valasnya sejak tahun 2009 hingga 2010.

Secara terpisaha Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi, dan Telekomunikasi  Sahala Lumban Gaol mengatakan pihaknya saat ini masih menghitung laporan valas BUMN tersebut.

"Belum bisa saya buka sekarang, ini kan masalah sensitif," ujarnya ketika dihubungi wartawan.

(ang/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads