Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (16/3/2009).
"Kami sudah dapat laporan dari 25 BUMN besar. Nanti tinggal dilaporkan saja ke Menteri Keuangan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, eksposure valas milik perusahaan plat merah tersebut dipastikan tidak akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi makro Indonesia ke depannya.
Dalam laporan 25 BUMN besar tersebut, ia mengatakan, isinya antara lain kebutuhan pendanaan dan pengeluaran valas hingga tahun 2012.
"Jumlahnya sendiri tidak banyak, saya tidak hapal angkanya. Tapi lebih kecil dari US$ 1 miliar," ungkapnya.
Beberapa saat yang lalu, ia telah mengumpulkan 25 BUMN besar untuk melaporkan kebutuhan valasnya sejak tahun 2009 hingga 2010.
Secara terpisaha Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi, dan Telekomunikasi Sahala Lumban Gaol mengatakan pihaknya saat ini masih menghitung laporan valas BUMN tersebut.
"Belum bisa saya buka sekarang, ini kan masalah sensitif," ujarnya ketika dihubungi wartawan.
(ang/ir)











































