Potensi Pasar Myanmar Masih Besar Bagi Indonesia

Potensi Pasar Myanmar Masih Besar Bagi Indonesia

- detikFinance
Senin, 16 Mar 2009 17:52 WIB
Potensi Pasar Myanmar Masih Besar Bagi Indonesia
Jakarta - Potensi perdagangan dan investasi Indonesia ke Myanmar masih besar. Nilai perdagangan kedua negara saat ini masih sangat rendah karena belum banyak melakukan penjajakan.
Β 
Hal ini disampaikan oleh Wakil Dubes Indonesia Untuk Myanmar Bidang Ekonomi Gopokson Situmorang usai acara pertemuan Kadin Indonesia dengan Myanmar di kantor Kadin di Jakarta, Senin (16/3/2009).
Β 
"Potensi perdagangan Indonesia ke Myanmar masih sangat besar, pengusaha kita belum banyak kenal potensi pasar di Myanmar, saat ini lebih senang dagang dengan Malaysia dan Thailand," katanya.
Β 
Ia mengharapkan Indonesia bisa meningkatkan investasi dan perdagangan di negera junta militer ini. Dikatakannya, pengusaha Indonesia seharusnya bisa ekspansi di bidang pariwisata seperti pembangunan hotel di lokasi-lokasi pantai, potensi batu mulia terbesar di dunia, pengembangan bidang kehutanan dan lain-lain.
Β 
"Kita bisa masuk dan investasi," ucapnya.
Β 
Selama ini, produk Indonesia ke Myanmar yang cukup baik dan direspon positif adalah produk mie instan, produk sarung (tekstil) dan lain-lain.
Β 
"Memang di sana produk China cukup banyak, dan kita harus berani menggeser produk-produk China," jelasnya.
Β 
Selain itu, kata dia Myanmar cukup baik untuk sektor agribisnis khususnya untuk produk kacang-kacangan. Negara ini juga tercatat sebagai produsen kacang-kacangan tersebesar kedua di dunia seperti kacang ijo, kacang tanah, kedele dan lain-lain.
Β 
"Sayangnya, pengusaha kita selama ini belum terlalu mengenal Myanmar," jelasnya.
Β 
Total perdagangan Indonesia Myanmar rata-rata selama periode 2003 sampai 2007 positif 47%. Selama Januari hingga November total perdagangan Indonesia-Myanmar 2008 mencapai US$ 269,6 juta atau naik 1,98% dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2007 mencapai US$ 264,3 juta.
Β 
Β  (hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads