Β
Hal ini disampaikan oleh Wakil Dubes Indonesia Untuk Myanmar Bidang Ekonomi Gopokson Situmorang usai acara pertemuan Kadin Indonesia dengan Myanmar di kantor Kadin di Jakarta, Senin (16/3/2009).
Β
"Potensi perdagangan Indonesia ke Myanmar masih sangat besar, pengusaha kita belum banyak kenal potensi pasar di Myanmar, saat ini lebih senang dagang dengan Malaysia dan Thailand," katanya.
Β
Ia mengharapkan Indonesia bisa meningkatkan investasi dan perdagangan di negera junta militer ini. Dikatakannya, pengusaha Indonesia seharusnya bisa ekspansi di bidang pariwisata seperti pembangunan hotel di lokasi-lokasi pantai, potensi batu mulia terbesar di dunia, pengembangan bidang kehutanan dan lain-lain.
Β
"Kita bisa masuk dan investasi," ucapnya.
Β
Selama ini, produk Indonesia ke Myanmar yang cukup baik dan direspon positif adalah produk mie instan, produk sarung (tekstil) dan lain-lain.
Β
"Memang di sana produk China cukup banyak, dan kita harus berani menggeser produk-produk China," jelasnya.
Β
Selain itu, kata dia Myanmar cukup baik untuk sektor agribisnis khususnya untuk produk kacang-kacangan. Negara ini juga tercatat sebagai produsen kacang-kacangan tersebesar kedua di dunia seperti kacang ijo, kacang tanah, kedele dan lain-lain.
Β
"Sayangnya, pengusaha kita selama ini belum terlalu mengenal Myanmar," jelasnya.
Β
Total perdagangan Indonesia Myanmar rata-rata selama periode 2003 sampai 2007 positif 47%. Selama Januari hingga November total perdagangan Indonesia-Myanmar 2008 mencapai US$ 269,6 juta atau naik 1,98% dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2007 mencapai US$ 264,3 juta.
Β
Β (hen/lih)











































