Hal ini dikatakan staf ahli Menteri Keuangan Chatib Basri dalam jumpa pers di Graha
Sawala, Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin
(16/3/2009).
"Recovery (pemulihan) ekonomi dunia dalam G20 diperkirakan akan terjadi pada kuartal
II-2010, ini berarti krisis lebih panjang dan stimulus yang dibutuhkan juga lebih
besar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stimulus fiskal tidak ada guna kalau bank tidak berikan lending (kredit), karena
itu dalam pertemuan G20 harus ada restrukturisasi lending dengan cara membersihkan
aset-aset bermasalah (toxic assets) dengan cepat," tuturnya.
Di tempat yang sama, Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani
mengatakan ada kebutuhan urgent dalam pertemuan G20 untuk menyelesaikan masalah
perbankan internasional dan juga masalah non bank.
"Masalah penyelesaian toxic assets dibahas banyak negara dan diminta AS dan Eropa
segera tangani toxic assets," tukasnya.
Tambahan Modal untuk IMF
Forum G20 menyepakati untuk menaikkan sumber dana lembaga multilateral IMF dua kali
lipat dari US$ 250 miliar menjadi US$ 500 miliar sehingga bisa membantu memberikan
akses pembiayaan ke negara berkembang di tengah krisis ekonomi global yang terjadi.
"Pertemuan G20 di London disepakati untuk menaikkan sumber dana IMF secara
substansial tidak disebutkan angkanya, tapi dari pembicaraan sebelumnya, kenaikannya
dua kali lipat dari US$ 250 miliar menjadi US$ 500 miliar," tutur Sri Mulyani.
Selain IMF, dalam forum G20 juga direncanakan penambahan modal untuk bank-bank
pembangunan regional dan yang paling awal adalah untuk ADB (Asian Development Bank)
yang dalam pertemuan G20 disepakati penambahan modalnya.
"Penambahan modal ini diharapkan bisa memberikan akses kepada negara berkembang
untuk mengatasi shock capital, dimana arus modal ke negara berkembang menjadi langka
dan terjadi pembalikkan arus modal di negara berkembang," paparnya.
Selain penambahan modal, forum G20 juga akan melakukan reformasi terhadap IMF dari
segi dominasi suara dengan memperbesar porsi suara negara-negara berkembang dalam
IMF. Reformasi ini akan dipercepat menjadi 2010.
(dnl/qom)











































