Ekonomi RI 2009 Bisa 4,8% Asalkan Pemerintah & BI Hati-hati

Ekonomi RI 2009 Bisa 4,8% Asalkan Pemerintah & BI Hati-hati

- detikFinance
Selasa, 17 Mar 2009 11:40 WIB
Ekonomi RI 2009 Bisa 4,8% Asalkan Pemerintah & BI Hati-hati
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 optimistis dapat tumbuh 4,8 persen. Pertumbuhan tersebut antara lain akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan pemerintah, masing-masing akan bertumbuh 3,5 persen dan 5,6 persen di tahun 2009.
    
Hal ini dikatakan oleh pengamat ekonomi dari Danareksa Institute Purbaya Yudhi Sadewa dalam seminar Prospektif Bisnis Migas, Perbankan, Telekomunikasi dan Automotif Tahun 2009 di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (17/3/2009).
    
"Bila Bank Indonesia (BI) dan pemerintah secara hati-hati dapat melihat situasi maka optimis pertumbuhan akan mencapai 4,8 persen, namun jika BI dan pemerintah tidak hati-hati maka kita dapat mengalami pertumbuhan negatif," ujarnya.

Ia juga mengatakan, nilai investasi masih akan tumbuh sekitar 6,0 persen dan ekspor diperkirakan bertumbuh 3,6 persen.
    
Purbaya menjelaskan bahwa saat ini yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi terdiri dari beberapa aspek, pertama yaitu ada indikasi daya beli masyarakat mulai membaik seiring dengan berkurangnya tekanan inflasi.
    
"Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), menunjukkan masih adanya daya beli, IKK memberikan indikasi tentang tingkat keyakinan konsumen terhadap perekonomian secara keseluruhan, IKK turun tajam ke level 65,3 pada bulan Mei 2008, dan setelah itu rebound dan meningkat sampai dengan Januari 2009," paparnya.
    
Purbaya juga mengatakan bahwa aspek berikutnya yaitu sentimen pebisnis yang juga baik dan suku bunga perbankan yang sudah mulai turun.
    
"Laju inflasi diperkirakan cenderung menurun yakni 11,06 persen pada tahun 2008 dan target sekitar 6,0 persen pada tahun 2009 seiring dengan penurunan harga energi dan komoditi pasar dunia," jelasnya.
    
Aspek selanjutnya, lanjut Purbaya, yaitu suku bunga perbankan yang cenderung akan terus menurun yaitu dari 9,25 persen di tahun 2008 menjadi 7,5 persen pada tahun 2009.
    
"Namun ini semua dapat terjuwud jika BI dan pemerintah tetap fokus, antara lain dengan mempercepat belanja negara, kemudian suku bunga perbankan yang ikut turun mengikuti BI Rate, intinya hanya belanja pemerintah dan efektifitas perbankan saja," ucapnya.
    
Purbaya juga berpendapat di triwulan ketiga 2009 akan terlihat pertumbuhan ekonomi yang turun bahkan bisa sampai negatif, bila pemerintah tidak fokus dan perbankan juga tidak menurunkan suku bunganya sesuai dengan BI Rate.
    
"Saat ini pemerintah harus fokus di implementasi stimulus dan APBN, walaupun sekarang sudah menurut saya sudah cukup optimal, dan harus tetap fokus di implementasinya," ujarnya.
    
Ia juga menilai jika nantinya akan ada pertambahan stimulus tahap II sebesar Rp 30 triliun, maka itu akan lebih baik lagi. Walaupun hanya akan menambah laju pertumbuhan sebesar 0,4% namun akan menciptakan lapangan pekerjaan baru sekitar 140.000 orang.
(dru/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads