Demikian disampaikan oleh Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan (Depdag) Gusmardi Bustami usai acara peresmian Pusdiklat Depdag, di Depok, Selasa (17/3/2009).
"Untuk Tunisia kita akan melakukan kesepakatan joint study dulu, mungkin tahun ini, mungkin bulan Juni atau Juli," ujarnya.
Gusmardi menjelaskan joint study perlu dilakukan sebagai landasan negosiasi FTA selanjutnya. Khusus untuk negara Chili saat ini Indonesia sudah ada kesepakatan untuk melakukan joint study.
"Kalau Chili kita sudah joint study baru permulaan, sedang menyusun kerangkanya dulu, sebagian kerangka sudah disepakati, mungkin bulan Juni 2009 sebagian dari kerangka sudah bisa disepakati. Baru setelah itu ada rekomendasi ke pimpinan mengenai hasilnya," jelasnya.
Mengenai Joint study tersebut, ia mengatakan setidaknya memerlukan waktu satu tahun hingga dua tahun yang akan dilanjutkan dengan proses negosiasi.
"Saya kira kalau Chili itu untuk potensi Amerika Latin, kalau Tunisia negara-negara magribi, dia juga punya hubungan free trade dengan Eropa Union, mungkin itu juga bisa kita manfaatkan ," jelasnya. (hen/ir)










































