Hal ini disampaikan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran Badan Pelaksana Hulu Migas (BP Migas), Djoko Harsono kepada wartawan di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (17/3/2009).
"Yang punya Tangguh tidak dikirim dulu. Tapi LNG-nya dikirim dari Bontang. Ini dalam rangka Tangguh membantu Bontang saat pembeli Bontang mengurangi pembeliannya," ujar Djoko.
Jumlah LNG yang akan dikirimkan dari Bontang ke Fujian sekitar 2 sampai 4 kargo. Hal ini digunakan untuk mengisi kekosongan LNG yang tidak dapat disuplai dari Tangguh.
"Terjadinya kesepakatan antara dua atau empat kargo. Pastinya ada perbedaan kontrak dan ini sedang dibicarakan," ungkapnya.
Terkait harga jual, lanjut Djoko, akan disesuaikan dengan harga di dalam kontrak penjualan masing-masing. Jadi meskipun LNG tersebut berasal dari Bontang, namun harganya tetap sesuai dengan kontrak Tangguh.
"Biar gampangnya kita upayakan sesuai dengan kontrak masing-masing," katanya.
Djoko menjelaskan kelebihan stok LNG akan diprioritaskan untuk konsumsi dalam negeri. Namun jika pasar dalam negeri tidak mampu menyerap, maka akan dijual di pasar spot.
"Kita juga prioritaskan untuk dalam negeri tapi kalau tidak bisa menyerap kalau harga menarik kita lepas ke spot market," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BP Migas R Priyono menjelaskan adanya penundaan pembelian LNG oleh Jepang, Korea dan Taiwan mencapai sekitar 15 kargo.
"Perkiraan 15 kargo yang minta delay, kita akan lihat," jelasnya.
Priyono menuturkan dari 15 kargo tersebut, kemungkinan dua kargo akan dialihkan ke PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), 2-4 kargo untuk menutup pengiriman LNG Tangguh ke Fujian China.
"Sisanya masih mencari konsumen," tandasnya.
(epi/lih)










































