"Keputusan itu sudah positif. Tinggal mengurus administrasi dan akan diumumkan dalam waktu dekat," kata seorang sumber PLN kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/3/2009).
KPC memenangkan tender tersebut setelah mengalahkan empat perusahaan lainnya seperti Berau Coal dan Indominco. Harga yang disepakati adalah Rp 740 ribu per ton dan pengiriman dimulai Juli 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tender BBM
Seiring harga minyak yang turun drastis dari tahun lalu, PLN pun mengevaluasi kembali tender BBM untuk pembangkitnya.
"Dulu waktu harga BBM tinggi kita ada rencana tender, tapi karena sekarang harganya murah sekali kita pertimbangkan lagi apakah kita gunakan MFO atau tidak," katanya.
PLN sebelumnya memang berniat menggelar tender pengadaan BBM untuk mencari harga yang termurah. Jenis BBM yang harganya lebih murah adalah Marine Fuel Oil (MFO).
Namun karena harga minyak kini sangat rendah, maka diperkirakan selisih harga dengan pemasok selama ini yaitu Pertamina akan sangat kecil.
"Karena sekarang harganya rendah sekali. Kalau ditenderkan, selisih dengan Pertamina kecil," katanya.
Meski begitu, ia menegaskan rencana tender pengadaan BBM untuk pembangkit PLN tetap ada.
Sementara untuk proses gasifikasi, PLN memperkirakan penghematan yang dihasilkan tahun ini tidak sama dengan tahun lalu. Hal ini karena harga minyak yang menurun membuat selisih harga mengecil.
"Tahun ini di Muara Tawar yang pembangkit tambahan, Kramasan di Sumsel, tambahan ke Cilegon, Grati. Grati 110 mmscfd dari Santos. Untuk pengehematan kita belum hitung semua, tapi harga BBM dan gas tidak jauh, jadi penghematannya beda dengan tahun lalu," katanya. (epi/lih)











































