Industri Semen Stagnan di 2009

Industri Semen Stagnan di 2009

- detikFinance
Rabu, 18 Mar 2009 12:19 WIB
Industri Semen Stagnan di 2009
Jakarta - Industri semen nasional diperkirakan akan stagnan dengan pertumbuhan 0% pada tahun ini. Krisis likuiditas global membuat banyak proyek yang seharusnya menyerap semen menjadi terhenti.

Demikian disampaikan Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia urip Trimuryono dalam konferensi pers di Gren Melia, Jakarta, Rabu (18/3/2009).

Menurutn Urip, kapasitas produksi semen nasional tahun ini tidak akan berubah dari tahun lalu yang sebesar 42 juta ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2009 diperkirakan pertumbuhan semen nol. Memang dari beberapa anggota asosiasi memprediksi masih akan naik 3%, tapi ada juga yang bilang turun 3%. Maka asosiasi putuskan pertumbuhannya nol," katanya.

Urip menjelaskan, stagnasi industri semen ini disebabkan krisis likuiditas yang membuat banyak proyek terhenti. Likuiditas yang seret membuat perbankan berpikir ulang mendanai sejumlah proyek.

"Proyek-proyek yang biasanya dibiayai perbankan sekarang sulit akses dana ke perbankan, sehingga proyek terhenti," katanya.

Tak hanya itu, aktivitas ekspor di industri semen pun diperkirakan akan menurun. Semen yang diproduksi di Indonesia biasa diekspor ke Srilanka, Maroko, dan Madagaskar.

"Kita juga coba ke pasar Timteng. Mereka sangat agresif tapi kita harus bersaing dengan Thailand," katanya.

Meski produksi semen nasional tetap, namun konsumsi batubara untuk industri ini diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 5% karena diganti dengan bahan baku lain.

"Penggunaan batubara 5,5 juta ton di 2008. Tapi mungkin juga berkurang 5% karena perusahaan semen menggunakan bahan lain pengagnti batubara. Seperti cangkang kelapa sawit atau sekam," katanya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads