Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian Fauzi Aziz disela-sela acara pembukaan di JCC, Rabu (18/3/2009).
"Saya berani target bisa Rp 30 miliar, selama 5 hari, tahun lalu belum ada target," jelasnya.
Menurut Fauzi gelaran kerajinan ini bagian dari peringatan ulang tahun kerajinan nasional (Dekeranas) yang ke-29, dalam rangka memperkenalkan dan mengapresiasi produk kerajinan Indonesia yang terbaik, diikuiti oleh 428 peserta di seluruh Indonesia.
"Kondisi saat ini meski krisis masih menggembirakan bagi pengrajin dan desainer," ucapnya.
Ia mengatakan jumlah ekspor sektor kerajinan setiap tahunnya masih berada diangka Rp 25 triliun setiap tahunnya termasuk mengekspor dalam jumlah besar ke Jepang. Saat ini setidaknya di Indonesia terdapat 700.000 perajin yang melibatkan tenaga kerja cukup banyak.
"Dengan pertumbuhan rata 10% saja, kita sudah cukup happy, disaat yang lain industri manufaktur masih berat," ucapnya.
Sementara itu Wapres Jusuf Kalla saat membuka pameran mengatakan bahwa setiap produk kerajinan hendaknya tidak hanya punya nilai seni, tetapi perlu diperhatikan nilai komersialnya dan memperhatikan selera pasar.
Dalam acara itu juga dilaksanakan pencanangan pemakaian kain secara nasional, yang disematkan oleh Wapres Jusuf Kalla kepada Menteri Dalam Negeri Mardianto, Ari lasso, Krisdayanti , Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. (hen/lih)










































