Demikian disampaikan oleh Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian Fauzi Aziz usai acara pembukaan pameran gelar kerajinan di JCC, Jakarta, Rabu (18/3/2009).
"Menurut saya perlu untuk merangsang sejak dini di sekolah-sekolah dan mendukung inkubator bisnis," jelas Fauzi
Fauzi menambahkan seharusnya anak-anak lulus sekolah dan perguruan tinggi bisa diberikan modal usaha, sebagai permulaan berusaha bidang kerajinan atau pun usaha lainnya.
Ia mengilustrasikan jika satu provinsi terdapat 3.000 orang setiap tahunnya mendapat dana bantuan senikai Rp 100 sampai 200 juta perorang sebagai modal, maka Indonesia akan kebanjiran para pengusaha setiap tahun.
"Ini yang perlu dirembukan di menko perekonomian, kita masih mengkajinya," jelasnya.
Selain itu kata dia, program inkubasi atau pembinaan usaha kecil saat ini belum terintegrasi secara menyeluruh, selain pemerintah dilakukan pula oleh kalangan universitas, pemerintah daerah dan lain-lain.
Dalam kerangka stimulus tahun ini, pihak Depperin telah mengusulkan sektor kerajinan perak bisa masuk dalam stimulus PPN DTP sebesar Rp 38 miliar namun hingga kini belum disetujui.
"Saya optimistis waulaupun saat ini tanpa ada stimulus, kerajinan tetap eksis karena ini masalah talenta, kreatifitas," ucapnya.
(hen/ir)











































