Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (18/3/2009).
"Pemantauan terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok sampai kemarin sore di 66 kota masih stabil, pemantauan dilakukan karena ada kekhawatiran Pemilu akan menganggu pasokan," tuturnya.
Berdasarkan pemantauan tersebut, kenaikan harga tertinggi terjadi pada bawang merah yaitu sebesar 10,3% dibandingkan harga akhir Februari 2009. Bayu mengatakan kenaikan ini siklus yang normal karena musim hujan.
Adapun kondisi perubahan harga beberapa komoditi pada minggu III Maret dibandingkan Februari adalah sebagai berikut:
- Beras Umum naik 0,37%
- Beras Termurah naik 0,21%
- Dagung Ayam turun 2,47%
- Daging Sapi turun 0,15%
- Minyak Goreng Curan naik 2,3%
- Minyak Goreng Kemasan turun 0,6%
- Gula Pasir naik 3,08%
- Terigu naik 0,6%
- Cabe Merah turun 4,78%
- Bawang Merah naik 10,3%
- Telur turun 0,8%
- Ikan Bandeng turun 0,62%
"Harga gula diharapkan turun, di Lampung akan berlangsung musim giling pada minggu I April, dan di Jawa pada awal Mei, ini akan membuat harga kembali normal," ujar Bayu.
Selain itu, Departemen Perdagangan juga telah melakukan koordinasi dengan para pedagang untuk menjual stok gulanya di harga yang rendah yaitu di kisaran Rp 7.000/kg.
"Jadi secara umum harga kebutuhan pokok relatif stabil, kenaikan yang terjadi hanya situasi musiman. Kampanye diharapkan tidak mempengaruhi distribusi kebutuhan pokok. Peserta kampanye diharapkan memberikan kesempatan bagi angkutan kebutuhan pokok agar stok tetap lancar," pungkas Bayu. (dnl/lih)











































