Bulog Keberatan Izin Pengapalan Diminta Sebelum Ekspor Beras

Bulog Keberatan Izin Pengapalan Diminta Sebelum Ekspor Beras

- detikFinance
Rabu, 18 Mar 2009 15:14 WIB
Bulog Keberatan Izin Pengapalan Diminta Sebelum Ekspor Beras
Jakarta - Badan Urusan Logistik (Bulog) merasa keberatan dengan izin shipment atau pengapalan yang diminta Departemen Perdagangan (Depdag) sebelum Bulog melakukan ekspor beras.

Hal ini disampaikan Kasubdit pembelian divisi perdagangan Bulog, SonyaΒ  Mamoreska Harahap kepada wartawan, di Gedung Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (18/3/2009).

"Untuk mendapatkan izin dari Depdag, mereka mintanya izin shipment yang sudah jelas jumlahnya, negaranya, pelabuhannya, harganya. Kami keberatan karena data itu baru ada kalau kontrak sudah dilakukan," ujar Sonya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sonya, kontrak baru bisa dilakukan kalau ada izin dari Depdag. "Kita tidak berani kontrak kalau tidak ada izin dari Depdag. begitupun negara tujuan belum berani sampaikan harga karena belum keluar kontraknya" ungkapnya.

Sonya menjelaskan pihaknya akan terus mengikuti seluruh tahapan dan proses yang berlangsung. "Kami sebagai operator kalau sudah mendapat izin laksanakan, kalau tidak diijinkan ya tidak kita laksanakan," ungkap Sonya.

Sementara itu, Direktur Utama BulogΒ  Mustafa Abu Bakar menyatakan jika ekspor disetujui maka negara tujuan ekspor beras adalah Jepang, Eropa, Timur Tengah, Brunei dan Taiwan.

"Ada beberapa negara tujuan yang menjadi calon buyer yaitu Jepang, Eropa, Timur Tengah, Brunei dan Taiwan untuk jenis beras wangi dan organik," jelasnya

Mustafa menyatakan, saat ini sudah ada 9 supplier beras wangi, 2 supplier beras organik, dan tujuh buyer yang melakukan pendekatan kepada Bulog. Sementara yang melakukan pendekatan dengan jumlah suplliernya 9 yang beras wangi, 2 organik, 7 buyer yang akan menampung.

Adapun yang menjadi potensial supplier beras wangi yaitu Padi Unggul Indonesia, PT Alam Makmur Sembada, PT Bangun Citra Mandiri Tama, PT Jatisari Sri Rejeki, PT Gentrade, PT Pertani, PT Jayamas, Insan Sentos Prima dan PT Sinar Balango Mulia. Dua potensial beras organik yaitu PT Makrifat Mulya Perkasa dan PT Bloom Agro.

Tujuh Potensial Buyer yaitu Seacor Commodity Trading LC, PT Marubeni, PT Indoboga Jaya Makmur, Olam Internasional, Louis Dreyfus Commodities, Nisia interlingkage, PT Prava Internasional.

Pasokan beras tersebut, imbuh Mustafa berasal dari sentra produksi beras yaitu Sragen, Ngawi, Sidrap, Cianjur dan Tasikmalaya.

"Masing-masing kotaΒ  dibagi kuota sesuai kemampuan produksi," ungkapnya.

Mustafa menambahkan, pihaknya terusΒ  melakukan persiapan yang matang sebelum melakukan ekspor pertamanya.

Β "Di negara konsumen kita adalah newcomer, tapi di negara produsen kita new competitor. Jadi sebagai compettior kita harus punya kekuatan," tandasnya.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads