Bank Indonesia memproyeksikan ekspor Indonesia 2009 akan tumbuh minus 25-28% seiring dengan menurunnya perekonomian dunia yang berpengaruh kepada aktivitas perdagangan.
Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono dalam acara seminar moneter di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (19/3/2009).
"Perlambatan perekonomian dunia dan penurunan harga komoditas yang lebih dalam akan mempengaruhi kinerja ekspor di 2009," ujarnya.
Hartadi mengatakan, selain pertumbuhan ekspor yang negatif, pertumbuhan impor Indonesia di 2009 juga akan berada di zona negatif yaitu minus 24-27%. "Bahkan proyeksi terakhir nampaknya impor akan berada di batas atas yaitu minus 27%," imbuhnya.
Dengan kondisi seperti ini, BI memproyeksikan defisit neraca transaksi berjalan Indonesia di 2009 juga diperkirakan akan mencapai 0,5% dari PDB.
Hartadi menjelaskan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang saat ini berada di zona negatif, akan berpengaruh terhadap volume perdagangan dunia.
"Volume perdagangan dunia direvisi ke bawah, terakhir bahkan proyeksinya akan minus 2% dan ini akan mengakibatkan ekspor di seluruh negara akan negatif, demikian juga dengan Indonesia," pungkasnya.
(dnl/ir)











































