Belanja Konsumen 2008 Bergeser dari Moderen ke Tradisional

Belanja Konsumen 2008 Bergeser dari Moderen ke Tradisional

- detikFinance
Kamis, 19 Mar 2009 11:38 WIB
Belanja Konsumen 2008 Bergeser dari Moderen ke Tradisional
Jakarta - Tren belanja konsumen mengalami pergeseran dari pasar moderen ke pasar-pasar tradisional di 2008. Hal ini menyebabkan kenaikan pertumbuhan belanja di pasar tradisional mencapai 19,6%.
 
Salah satu penyebab utama pergeseran ini disebabkan oleh adanya upaya para konsumen menyiasati uang ketat di setiap rumah tangga.
 
Demikian disampaikan oleh Direktur Ritailer Service AC Nielsen Yongky Surya Susilo dalam acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/3/2009).
 
Perubahan pergeseran ini dapat dibuktikan berdasarkan survei di di 5 kota yang mencakup jumlah frekuensi belanja (trip), besaran belanja setiap kunjungan, total belanja setiap rumah tangga.
 
"Rata-rata semuanya naik tren tersebut," jelasnya.
 
Misalnya dari sisi frekuensi belanja untuk pasar moderen turun rata-rata dari 31,3 kunjungan menjadi 27,4 kunjungan per tahun atau turun 13% dari 2007 ke 2008. Sedangkan untuk general trade termasuk pasar tradisional hanya mengalami penurunan 1% atau dari kunjungan 190,5 kali menjadi 187,9 kali.
 
Meskipun khusus untuk kunjungan warung mengalami penurunan 3% dari 169,9 kunjungan menjadi 165,1 kali per tahun dari 2007 ke 2008. Namun untuk pasar mengalami kenaikan kunjungan 5% dari 24,6 kali menjadi 25,7 kali per tahun.
 
Dari sisi pembelanjaan per tahun untuk pasar moderen dari 2007 ke 2008 hanya mengalami kenaikan 6%, yaitu rata-rata belanja Rp 1,55 juta per tahun naik menjadi Rp 1,638 juta per keluarga. Sedangkan untuk general trade termasuk pasar tradisional mengalami kenaikan Rp 1,698 juta menjadi Rp 1,956 juta per tahun keluarga.
 
Khusus untuk pasar tradisional jenis toko/warung naik dari Rp 1,347 juta menjadi Rp 1,537 juta per tahun per keluarga atau naik 14%, sedangkan untuk pasar naik dari Rp 335.000 menjadi Rp 406.000 per tahun/ keluarga naik 21%.
 
Bahkan kata Yongky, berdasarkan data studi tren belanja di 2009 (shopper tren) terdapat peningkatan klaim, bahwa toko tradisional dipilih sebagai tampat yang dipakai paling sering untuk membeli makanan naik menjadi 13%-15% dari total konsumen.
 
Dari data survei di Jakarta dan Bandung, pasar tradisional sebagai tempat yang paling sering dipakai untuk membeli daging dan ikan segar naik menjadi 60%. Hasil studi di 5 kota itu meliputi, Jabotabek, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads