Â
Hal ini disampaikan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono kepada wartawan di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (19/3/2009).
"Kalau semua-semua turun PLN bisa hemat biaya operasional waktu itu Rp 5 triliun sekarang bisa lebih berhemat, mendekati Rp 10 triliun. Itu hitungan kasar," ungkap Purwono.
Â
Purwono menambahkan meskipun konsumsi listrik turun, namun PLN siap untuk mensuplai pertumbuhan listrik hingga 7%.
Â
"Kita siap suplai growth listrik hingga 7% tapi kenyataan seperti apa kita tidak tahu," ujarnya.
Â
Purnomo menyatakan jika konsumsi industri turun 30% berarti listrik akan tumbuh 6,3%.
"Kalau industri turun 30%, berarti 6,3%," tuturnya.
(epi/lih)











































