Â
Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono dalam acara seminar moneter di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (19/3/2009).
Â
"Pinjaman siaga yang sudah disetujui US$ 5,5 miliar ada US$ 1 miliar lagi yang masih dalam tahap negosiasi. Dari IDB dan Perancis masing-masing US 500 juta," ujarnya.
Â
Sebelumnya pemerintah telah mendapatkan komitmen pinjaman siaga sebesar US$ 5,5 miliar yang didapat dari Bank Dunia US$ 2 miliar, ADB US$ 1 miliar, JICA US$ 1,5 miliar dan Australia US$ 1 miliar.
Â
Pinjaman siaga ini memang sudah dijajaki pemerintah untuk jaga-jaga jika pembiayaan defisit anggaran lewat penerbitan SUN dinilai mahal dan sulit di tengah kondisi krisis likuiditas yang terjadi saat ini.
(dnl/qom)











































