Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari saat ditemui di Departemen Perindustrian, Jumat (20/3/2009).
"Kemarin itu perwakilan Nike Indonesia Pak John Richard, SMS ke pak Menteri soal ini," katanya.
Dikatakan Ansari, dalam SMS itu dijelaskan Nike akan mengurangi produksi pada 2009, ada 4 perusahaan yang distop selama 6 bulan sampai 12 bulan. Namun kata Ansari dari keempat perusahaan itu tidak ada yang berasal dari Indonesia.
"Tidak ada yang berasal dari Indonesia," jelas Ansari.
Dikatakan Ansari, pihak Nike tidak mengurangi pesanan ke Indonesia. Karena Indonesia dianggap Nike memiliki iklim usahaha relatif lebih baik.
Mengenai 4 perusahaan tersebut, Ansari tidak bisa merinci namun kata dia pihak Nike banyak memasan sepatu terbanyak dari China dan Vietnam.
"Dari 1,2 miliar pasang (produksi dalam negeri), sport shoes itu 80% sekitar US$ 800 juta, hampir 60% pesanan itu dari Nike," jelasnya,
Sementara itu Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengakui kalau dirinya telah diberi tahu oleh pihak Nike, dan membacakan langsung SMS tersebut.
"Jadi di Indonesia tidak dilakukan itu (pengurangan pesanan)," timpal Fahmi.
(hen/ir)











































