Fleksibilitas Pembayaran Utang Swasta RI Masih Baik

Fleksibilitas Pembayaran Utang Swasta RI Masih Baik

- detikFinance
Jumat, 20 Mar 2009 15:35 WIB
Fleksibilitas Pembayaran Utang Swasta RI Masih Baik
Jakarta - Fleksibilitas pembayaran utang (roll over risk) perusahaan Indonesia dinilai masih lebih baik ketimbang sejumlah negara lain. Kemampuan perusahaan induk (parent company) dan afiliasi perusahaan Indonesia dinilai lebih memadai.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi usai sholat Jumat di kantor BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/3/2009).

"Seperti Korea, Mexico, dan Amerika Latin, kesulitannya besar. Karena parent company dan afiliatednya tidak sebesar Indonesia. Harus dilihat masing-masing pinjaman utangnya," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hartadi menjelaskan, dalam kesepakatan bersama (komunike), 31% dari utang luar negeri perusahaan swasta Indonesia dipinjam afiliasi. Sehingga masih ada kemungkinan fleksibilitas.
 
"Dari peminjaman ini 57% yang pinjam adalah perusahaan asing joint venture, networknya besar. Kemungkinan fleksibilitasnya lebih besar," katanya.

Menurut Hartadi, dengan besaran 57% maka kondisi ini terbilang masih bagus. Ada sejumlah usaha yang tidak terkena imbas krisis.

"Ketimbang 0%, maka 57% lebih dari separuh, itu good news. Kalau perusahaan dalam negeri dengan nature hedge kita nggak ada masalah, coba lhiat di Surabaya, dia ekspor bahan makanan yang dikeringkan, buah-buahan mungkin
sekarang tidak kena," katanya.

Ketentuan fleksibilitas ini pun akan berbeda untuk masing-masing perusahaan. Bagi perusahaan yang memiliki prospek bagus, penundaan pembayaran merupakan hal yang masih bisa diterima selama cashflow masih aman.

"Kalau perusahaan yang masih prospektif. Dia hanya tertunda pembayarannya kepada orang tuanya, sekarang masalah cash flow, ortunya pasti memberikan fleksibilitas," katanya.
(lih/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads