"Pada hari ini dilakukan penggantian Senior Vice Presiden ISC. Namun penggantinya maupun pejabat sementara (Pjs) belum ada," ujar Secretary Coorporate (SC) PT Pertamina Persero, Toharso kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 10, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
Toharso menjelaskan penggantinya bisa berasal dari dalam atau luar Pertamina. "Bisa siapapun. Yang penting dia punya kompetensi agar tujuan koorporasi tercapai," ungkapnya.
Saat ditanya apakah Sudirman Said akan menjadi Kepala Restrukturisasi anak usaha Pertamina, Toharso belum dapat memastikannya.
"Saya belum dapat SK beliau dipindahkan kemana, tapi yang jelas Sudirman Said masih di Pertamina. Kita belum dapat keputusan itu. bisa tangani itu, bisa tidak. Bisa juga jadi think tank kembali ke kebutuhan korporat," katanya.
Toharso menjelaskan, Pertamina melihat adanya tumpang tindih Petral dengan ISC sehingga Pertamina menjadikan ISC sebagai lembaga think tank yang bertujuan mencari cara dan solusi untuk memperbaiki sistem pengadaan minyak mentah dan pembelian bahan bakar minyak (BBM).
"ISC masih ada tapi perannya berubah," ungkapnya.
Pertamina yakin restrukturisasi ISC akan terus membantu pertamina untuk menerapkan global best practice sesuai visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia melalui program transformasi yang berkelanjutan.
(epi/lih)










































