"Ada sepuluh kargo yang dijadwal ulang," ujar Vice President Communication Pertamina, Anang Rizkani Noor kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 10, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
Menurut Anang, hal ini dilakukan karena saat ini kondisi ekonomi melambat sehingga konsumsi solar menurun.
"Ekonomi agak slowdown. PLN juga kurangi penggunaan solar karena digantikan batubara. Secara umum mereka mengapresiasinya karena mereka mengerti kondisi kita dan mereka menyetujuinya," ungkapnya.
Saat ditanya sampai kapan penundaan pengiriman tersebut dilakukan, Anang belum dapat memastikan. "Kami belum tahu sampai kapan. Kita akan lihat lagi," ungkapnya.
Anang menambahkan, saat ini Pertamina memang kelebihan stok. Stok untuk hari ini mencapai 32 hari, padahal normalnya 25 hari.
"Stok solar hari ini 32 hari. Total konsumsi solar per hari 52 ribu kilo liter (KL)," tandasnya.
Setiap kargo solar biasanya berisi 400-600 ribu barel. Penjadwalan ulang impor ini tidak membebankan denda pada Pertamina.
(epi/lih)











































