Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyampaikan orasi ilmiah dalam rangkaΒ acara Ulang Tahun atau Milad ke-28 Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) di Kampus Terpadu Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Jalan Ringroad Selatan, Tamantirto, Bantul, Yogyakarta Senin (23/3/2009). JK menyampaikan orasi bertema "Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Dalam Rangka Menghadapi Tantangan Global".
"Indonesia juga harus bersyukur dengan terjadinya krisis ekonomi global. Krisis ini menyebabkan sistem perdagangan dunia akan menjadi lebih adil," kata Jusuf Kalla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK mengatakan Indonesia juga dinilai bisa lebih survive dalam menghadapi krisis ekonomi global karena Indonesia dinilai lebih konservatif dalam arti rakyat Indonesia tidak pintar dalam menggelembungkan keuangan terutama di bursa saham.
"Ke depan, kita menginginkan ekonomi Indonesia agar memasukkan unsur teknologi dalam mengolah sumber daya alam agar memberikan nilai tambah," pungkas dia.
Terkait jiwa kewirausahaan sebagaimana tema orasinya, JK mengatakan bahwa hal itu menjadi keharusan bagi umat muslim di Indonesia. Dalam Sejarahnya, Islam di Indonesia menjadi lebih moderat karena dibangun oleh jiwa kewirausahaan para pedagang (pengusaha).
"Para pedagang tidak mencari musuh tetapi mencari kawan sebanyak-banyaknya," katanya.
(bgs/qom)










































