Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Indonesia Power Tony Agus Mulyantono di sela-sela seminar sehari 'On National Energy Policy' di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/3/2009)
"Kesiapan pembangkit yang dikelola oleh Indonesia Power di sistem Jawa Bali untuk pemilu relatif aman. Rata-rata cadangan operasi hampir 1.000 MW," ujar Tony.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangkit-pembangkit kita sudah siap dalam arti sudah mengatur jadwal-jadwal mengenai pemeliharaan dan sudah atur kesiapan bahan bakarnya baik bahan bakar minyak dan batubara itu sudah kita siapkan," jelasnya.
Untuk pemeliharaan pembangkit, Tony menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan P3B.
"Kami berkoordinasi dengan P3B, pembangkit mana yang stand by dan mana yang di-maintenance. Misalnya kaya PLTGU Grati itu akan terus standby," jelasnya.
Sedangkan untuk bahan bakar, Tony mengatakan saat ini kesiapan batubara sudah diatas 30 hari dan BBM juga sudah di atas 15 hari.
"Cadangan batubara untuk Suralaya dengan kapasitas 3400 MW kurang lebih untuk 30-40 hari. Sampai saat ini kami tidak ada kesulitan karena saat ini cuaca sudah mulai membaik," tuturnya.
(epi/lih)










































