PTPN X Resmi Putuskan KSO dengan KGM Secara Sepihak

PTPN X Resmi Putuskan KSO dengan KGM Secara Sepihak

- detikFinance
Selasa, 24 Mar 2009 14:32 WIB
PTPN X Resmi Putuskan KSO dengan KGM Secara Sepihak
Jakarta - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X hari ini resmi melayangkan surat pemutusan kerjasama operasional (KSO) dengan PT Kencana Gula Manis (KGM) terkait program public private partnership Pabrik Gula Ngadirejo di 2008.
 
Hal ini disampaikan oleh Kepala Humas PTPN X Dadya Indraksa dalam acara konferensi pers di Kantor Meneg BUMN di Jakarta, Selasa (24/3/2009).
 
"Hari ini kami sudah layangkan ke pihak KGM," ucapnya.
 
Ia mengatakan dasar pemutusan KSO adalah hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) tanggal 22 Januari 2009 dan masukan dari pihak DPR RI yang mengangap masa KSO selama 25 tahun dianggap terlalu lama dengan tingkat rendemen hanya 12%.
 
Menurut versi PTPN X, pihak KGM setidaknya telah melanggar perjanjian KSO diantaranya biaya produksi dan operasional yang belum diganti oleh KGM, dana talangan untuk operasional dan produksi belum diganti KGM, pendapatan tetap yang belum diganti, pembukaan garansi yang belum dilaksanakan KGM, terdapat investasi yang terbengkalai sehingga berpotensi merugikan KGM dan lain-lain.
 
Dikatakannya, selama perjanjian KSO dengan KGM pihak PTPN X telah mengeluarkan dana sebesar Rp 55 miliar, dan pihak KGM sendiri telah mengeluarkan dana Rp 43,7 miliar. Dari hasil kerjasama itu telah dihasilkan 32.000 ton gula kristal dan 6000 ton tetes, yang telah dilakukan pelelangan secara sepihak oleh PTPN X pada hari ini dan besok (24-25 Maret 2009).
 
"Karena sifat gula dan tetes itu mudah rusak maka untuk hari ini dan besok kita melakukan lelang," ucapnya.
 
Dadya tidak memungkiri dengan langkah PTPN X memutuskan secara sepihak akan mengundang langkah hukum dari pihak KGM termasuk proses arbitrase.
 
"Setelah proses hukum selesai, kita juga membuka revitalisasi berikutnya, akan mengandeng mitra baru lainnya, jadi tidak menutup kemungkinan dari KGM juga. Andai kata KGM masuk lagi ya nggak masalah," jelasnya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads