Konversi LPG di Bali Dilanjutkan Usai Pemilu

Konversi LPG di Bali Dilanjutkan Usai Pemilu

- detikFinance
Selasa, 24 Mar 2009 15:30 WIB
Konversi LPG di Bali Dilanjutkan Usai Pemilu
Bali, - Aktivitas Pemilu ternyata dinilai menggangu distribusi konversi minyak tanah ke elpiji di Bali. Pembagian paket perdana elpiji 3 kg di pulau Dewata ini terpaksa dihentikan dan dilanjutkan kembali usai pemilu legislatif 9 April 2009.

Pengunduran pembagian elpiji paket perdana tersebut disampaikan Vice President Komunasi Pertamina Anang Riskani Noor kepada wartawan di hotel Patra Bali, Tuban, Kuta, Selasa (24/3/2009).

Hingga saat ini, elpiji 3 kg baru dibagikan kepada sebanyak 281.317 kepala keluarga yang tersebar di enam kabupaten/kota. Daerah yang telah mendapatkan LPG bersubsidi ini, yaitu Kabupaten Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Klungkung, Kota Denpasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah ini baru sekitar setengah dari target konversi LPG di Bali pada tahun 2009 sebanyak 502.847 kepala keluarga. Rencananya LPG akan dibagikan lagi pada bulan Maret-April.

"Pembagian paket perdana LPG akan dilakukan kembali setelah pemilu, yaitu mulai bulan Juni," kata Anang.

Diundurnya jadwal pembagian LPG dipastikan tidak akan menggangu target pembangian LPG di Bali. Pengunduran jadwal pembangian LPG dilakukan untuk menghindari pendomplengan oleh partai politik.

Caleg Pakai Logo Pasti Pas

Sales Representatif Pertamina Bali-NTB Jaksen Simanjuntak mengakui bahwa ada caleg partai politik yang menggunakan simbol pasti pas milik Pertamina pada baliho yang terpampang di jalan raya.

"Kita sudah melaporkannya ke Panwaslu," ujar Jaksen.

Tambah SPBE

Untuk melayani kebutuhan LPG di seluruh Bali, Pertamina akan menambah 3 SPBE baru, yaitu di Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Gianyar. Saat ini telah terdapat 5 SPBE yang telah beroperasi.

Konversi LPG dimulai tahun 2007 mulai di DKI kepada 4 juta kepala keluarga. Tahun 2008 diberikan kepada 15 juta KK. Tahun 2009, direncanakan dibagikan kepada 23 juta KK se-Indonesia.

Konversi LPG mampu menekan penghematan subsidi  secara signifikan, yaitu tahun 2007 sebesar Rp 5,3 triliun dan tahun 2008 sebanyak Rp 7,3 triliun.

(gds/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads