Pengunduran pembagian elpiji paket perdana tersebut disampaikan Vice President Komunasi Pertamina Anang Riskani Noor kepada wartawan di hotel Patra Bali, Tuban, Kuta, Selasa (24/3/2009).
Hingga saat ini, elpiji 3 kg baru dibagikan kepada sebanyak 281.317 kepala keluarga yang tersebar di enam kabupaten/kota. Daerah yang telah mendapatkan LPG bersubsidi ini, yaitu Kabupaten Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Klungkung, Kota Denpasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembagian paket perdana LPG akan dilakukan kembali setelah pemilu, yaitu mulai bulan Juni," kata Anang.
Diundurnya jadwal pembagian LPG dipastikan tidak akan menggangu target pembangian LPG di Bali. Pengunduran jadwal pembangian LPG dilakukan untuk menghindari pendomplengan oleh partai politik.
Caleg Pakai Logo Pasti Pas
Sales Representatif Pertamina Bali-NTB Jaksen Simanjuntak mengakui bahwa ada caleg partai politik yang menggunakan simbol pasti pas milik Pertamina pada baliho yang terpampang di jalan raya.
"Kita sudah melaporkannya ke Panwaslu," ujar Jaksen.
Tambah SPBE
Untuk melayani kebutuhan LPG di seluruh Bali, Pertamina akan menambah 3 SPBE baru, yaitu di Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Gianyar. Saat ini telah terdapat 5 SPBE yang telah beroperasi.
Konversi LPG dimulai tahun 2007 mulai di DKI kepada 4 juta kepala keluarga. Tahun 2008 diberikan kepada 15 juta KK. Tahun 2009, direncanakan dibagikan kepada 23 juta KK se-Indonesia.
Konversi LPG mampu menekan penghematan subsidi secara signifikan, yaitu tahun 2007 sebesar Rp 5,3 triliun dan tahun 2008 sebanyak Rp 7,3 triliun.
(gds/lih)











































