Jalankan Stimulus, SBY Harapkan Komplain dari Pengusaha

Jalankan Stimulus, SBY Harapkan Komplain dari Pengusaha

- detikFinance
Selasa, 24 Mar 2009 15:50 WIB
Jalankan Stimulus, SBY Harapkan Komplain dari Pengusaha
Jakarta - Pemerintah kini tengah menjalankan stimulus ekonomi dalam rangka menghadang dampak krisis global. Presiden SBY mengharapkan para pengusaha dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Internasional untuk memberikan masukan ataupun juga komplain.

Demikian kata Presiden SBY saat membuka pertemuan pemerintah dengan perwakilan International Chambers of Commerce on Indonesia. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2009).

"Pemerintah kini menjalankan paket stimulus ekonomi. Kami mengharapkan masukan yang rasional dari Anda sekalian, juga komplain bila ada barangkali," imbuh SBY disahut tawa hadirin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah krisis finansial global, pemerintah juga tetap ingin memenuhi target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,5 persen. Tapi butuh kerja sama terutama dari para pelaku ekonomi agar kerja keras tetap meggerakkan ekonomi nasional itu berhasil.

"Saya akan senang sekali mendegar masukan dari Anda sekalian. Apa saran Anda bagi kami untuk mencapai target pertumbuhan 4,5 persen," kata SBY.

Presiden dalam kesempatan siang ini kembali paparkan program pemerintah untuk menjaga perekonomian nasional dari dampak krisis global. Prioritas utama adalah melindungi masyarakat miskin dan terus mengusahakan iklim usaha yang kondusif bagi kegiatan ekonomi dalam negeri.

Puluhan petinggi dari perusahaan raksasa multi nasional hadir. Di antaranya dari AIG, Mobil Oil, Exxon, Standard Chartered, Duetche Bank, Batamindo Industrial Park, Toyota Manufakturing, Sharp, JETRO, JICA, Panasonic, Astra Honda Motor.

Anggota kabinet yang hadir antara lain Mendag Mari Elka Pengstu, Menkeu Sri Mulyani, Menhub Jusman Syafi'i Djamal dan Menperin Fahmi Idris. Hadir pula Ketua KADIN Indonesia MS Hidayat dan pengusaha Sandiaga Uno.


(lh/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads