Hal tersebut disampaikan Vice President Gas Domestik PT Pertamina (Persero) Wahyudin Akbar di sela-sela seminar 'Bisnis Elpiji Dari Hulu dan Hilir, Sebuah Peluang Investasi Untuk Pembisnis Lokal' di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (25/3/2009).
"Kita lagi menawar harganya supaya murah. Kalau kita membeli dari domestik seharusnya harganya lebih murah karena tidak ada ongkos angkut seperti kita beli di Bekasi. Kalau tidak salah itu US$ 68 per MT," ujar Wahyudin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dapat informasi, ada tambahan elpiji enam kargo dari Bontang," ucap Faisal.
Menurut Faisal, enam kargo hasil produksi dari Bontang tersebut akan masuk pertengahan tahun ini. Dengan masuknya elpiji tersebut, paling tidak akan mengurangi impor kita karena kita terikat kontrak 800 ribu MT.
Saat ditanya apakah Pertamina juga akan mengincar elpiji dari lapangan Arun, Faisal belum mau berkomentar.
"Dari Arun saya belum dapat kabar. Saya baru dapat kabar dari Bontang. Tapi makin banyak dari dalam negeri makin bagus, karena ongkos angkutnya lebih murah," tandasnya.
(epi/lih)











































