Hal ini disampaikan Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Nur Adib dalam seminar 'Bisnis Elpiji Dari Hulu dan Hilir, Sebuah Peluang Investasi Untuk Pembisnis Lokal' di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (25/3/2009).
"Untuk yang mau membangun SPBBE sebaiknya menimbang-nimbang lagi karena yang lama juga sudah ketar ketir. Kalau pasokan elpiji yang 1.000 MT di DKI diambil Pertamina, berarti tidak ada kerjaan untuk yang lain," ujar Nur Adib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total investasi untuk pembangunan sebuah SPBBE dengan kapasitas 60 MT per hari mencapai Rp 9,620 miliar dan total biaya operasional mencapai Rp 2,830 miliar per tahun.
"Kalau satu SPBBE penyalurannya 50.000 kilogram per hari, maka investasinya akan kembali selama 6 tahun. Kalau kurang dari itu, waktu untuk pengembalian investasi bisa lebih lama lagi," ungkapnya.
Nur Adib mencontohkan untuk penyaluran elpiji 3 kilogram di
wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, jika 169 SPBBE (saat ini baru 37 yang beroperasi dan 132 sudah mendapat ijin) beroperasi tahun ini maka para pengusaha hanya dapat menyalurkan 12 ribu kilogram elpiji per hari.
"Apalah artinya 12 ribu kilogram per hari?" ungkapnya.
(epi/lih)











































