Dalam pembangunan jalan nasional tersebut, Ditjen Bina Marga optimistis bisa menyerap 500.000 tenaga kerja.
Hal ini dikatakan oleh Direktur Jenderal Bina Marga, Hermanto Dardak ketika ditemui detikFinance di Gedung Puskom Ditjen Bina Marga, Jakarta, (25/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, dalam pembangunan jalan nasional tersebut akan menyerap tenaga kerja sebanyak 500.000 orang.
"Jika ditambah stimulus infrastruktur maka bisa menyerap sebanyak 600.000 tenaga kerja," jelasnya.
Hermanto menjelaskan, total jalan yang akan diperbaiki, dibangun dan direkonstruksi sepanjang 3.000 kilometer dengan lebar jalan 3 meter.
"Berdasarkan data Ditjen Bina Marga, tahun 2007 jalan yang telah digarap sepanjang 78,780 kilometer dan ditahun 2008 tambah sekitar 3,409 kilometer sedangkan ditahun ini ditargetkan akan tambah sekitar 2,800 kilometer menjadi 84,985 kilometer," paparnya.
Daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), Lanjut Hermanto, menelan biaya sebanyak Rp 230 miliar dan ditambah pembangunan fly over senilai Rp 250 miliar.
"Jabodetabek sendiri memakan biaya sebesar Rp 480 miliar," katanya.
Hermanto mengatakan, biaya terbesar ditelan pembangunan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura. Total dana yang dibutuhkan Rp 4,5 triliun dan pada bulan Juni tahun 2009 diharapkan akan segera selesai.
Sejauh ini Hermanto mengatakan tidak ada kendala dalam pembangunan jalan nasional, namun yang menjadi permasalahan hanyalah faktor cuaca.
"Cuaca saat ini yang menjadi masalah, apalagi banjir hampir disemua daerah seperti di utara Jawa, Semarang, Kalimantan, Sulawesi Tengah dan sebagian Sumatra, itu sedikit menghambat pembangunan di Indonesia," kata Hermanto.
Soal stimulus infrastruktur, Ditjen Bina Marga telah menyerahkan laporannya ke Departemen Keuangan.
"Semua sudah beres, tinggal tunggu saja realisasi dari Depertemen Keuangan, saya harapkan secepatnya," pungkasnya.
(dru/lih)










































