Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan sampai dengan 20 Maret 2009, kegiatan ekspor sudah turun sekitar 30% selama 3 bulan pertama dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan terlihat dari sisi volume dan juga nilainya.
"Untuk devisa bayar turun sekitar 38%. Tapi mengapa bisa kita capai karena internal effort kita saja, seperti diperiksa dengan benar," jelasnya, Jumat (27/3/2009).
Selain itu, yang menolong penerimaan Bea dan Cukai saat ini adalah karena kenaikan kurs, dimana tahun lalu nilai tukar ada di kisaran Rp 9.000/US$, sekarang mencapai Rp 11.500/US$.
"Penerimaan bea masuk di atas target posisi bulanan untuk 20 Maret, penerimaan cukai hanya kurang 0,9% dari target, sementara penerimaan bea keluar kita tidak tercapai karena memang harga patokan CPO belum naik," tuturnya
Di tahun 2009 ini, target penerimaan Ditjen Bea dan Cukai adalah Bea Masuk Rp 17,2 triliun, Cukai Rp 54,4 triliun dan Bea Keluar Rp 2,4 triliun.
Selain itu, dalam menghadapi penurunan ekspor ini, Anwar mengatakan pihaknya siap membantu pengusaha, khususnya untuk proses reimpor akibat ekspor yang ditolak.
"Selain ekspor yang turun, kegiatan impor juga turun 38% dan ini juga sudah terlihat dari aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok," tukasnya.
(dnl/qom)










































