Presiden Khawatir Industri Rotan Makin Terpuruk

Presiden Khawatir Industri Rotan Makin Terpuruk

- detikFinance
Jumat, 27 Mar 2009 12:50 WIB
Presiden Khawatir Industri Rotan Makin Terpuruk
Jakarta - Masalah seretnya pasokan bahun baku rotan yang menimpa perajin rotan di Cirebon dan lokasi lainnya akhirnya sampai juga ke telinga Presiden SBY. Walhasil, orang nomor satu di Indonesia ini mulai mempertanyakan sejauh mana nasib industri rotan dan pemecahannya sampai saat ini.
Β 
Menteri Perindustrian Fahmi Idris sempat tidak habis pikir, padahal sejak 3 tahun lalu pihaknya telah mengupayakan penyelesaian masalah ini, termasuk telah mengirim surat dua kali kepada presiden.
Β 
"Saya semalam di-SMS oleh Ibu Menko (Menko Perekonomian Sri Mulyani), kalau Presiden khawatir. Kenapa sentra industri rotan ketiadaan bahan baku," ucap Fahmi.
Β 
Dikatakan Fahmi, presiden khawatir dengan perkembangan yang terjadi di sentra industri rotan di Cirebon karena Cirebon sebagai sentra industri kekurangan bahan baku, karena bahan bakunya semuanya diekspor.
Β 
"Langkah Depperin sejak 2006, bayangkan itu, cuma entah kenapa tidak mendapatkan respon," jelasnya.
Β 
Menurutnya ia tidak habis pikir terhadap laporan-laporan yang ia telah berikan sejak 3 tahun lalu belum di respon oleh pejabat di bawah Presiden. Bahkan dengan tegas ia mendesak kepada pejabat tersebut untuk segera membuka file-file yang sudah diterimanya.
Β 
"Saya bilang ini sudah melakukan sudah lama, bahkan saya sudah tulis surat ke presiden dua kali, menceritakan panjang lebar mengenai hal itu," keluhnya.
Β 
Hingga kini Depperin telah membuka sentra rotan di Palu Sulawesi Tengah yang juga merangkap sebagai tempat penghasil rotan, sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu solusi bagi masalah ini. Meskipun pembukaan sentra industri tersebut saat ini belum maksimal, karena seharusnya sentra-sentra penghasil rotan di seluruh Indonesia harus juga merangkap sebagai sentra industri.
Β 
"Cuma anggaran kita terbatas, mestinya yang dibangun itu Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengara, Kalteng, Aceh, Papua," papar Fahmi.

(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads