Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar usai sholat Jumat di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (27/3/2009).
"Jadi pengirimannya diatur sedemikian rupa jaraknya dan kita terus optimalkan stok batu baru yang ada," ungkap Fahmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (pemasok) harus setuju dong. Kalau dia menumpuk, terus tidak ada tempat lagi nanti malah ada masalah. Sementara pasokan dari pemasok yang berakhir secara kontrak jadi proses tender tetap jalan. Hanya nanti pengirimannya diatur," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Satuan Energi Primer PLN Nasri Sebayang menyatakan PLN sedang memiliki cadangan batubara yang berlebih. Cadangan stok batubara yang normalnya 30 hari, kini mencapai 50 hari.
Menurut Nasri, stok batubara ini menumpuk karena sejumlah proyek pembangkit PLN yang harusnya beroperasi mengalami kemunduran.
Nasri mencontohkan PLTU Labuan yang seharusnya mulai beroperasi Juni 2009 diperkirakan akan mundur ke September 2009. Sementara PLTU Indramayu yang harusnya beroperasi tahun ini kemungkinan mundur.
Dengan kemunduran itu, maka konsumsi batubara PLN yang mencapai sekitar 24 juta ton per tahun diperkirakan akan turun sekitar 600 ribu ton.
"Beberapa pembangkit PLTU 10.000 MW juga mundur, sehingga konsumsi batubara juga akan turun. Mungkin sekitar 600 ribu ton," katanya.
(epi/lih)











































