Demikian disampaikanΒ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (27/3/2009).
"Mungkin pengiriman pertama dari Tangguh yang bulan Mei belum akan dilakukan. Karena kita akan mengisinya dari Bontang selama Bontang bisa menyuplai," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hingga kini Tangguh belum juga berproduksi. Produksi lapangan Tangguh sengaja ditunda karena untuk memenuhi kewajiban pengirimannya masih bisa ditalangi dari kilang Bontang.
Seperti diketahui, kilang Bontang saat ini sedang kelebihan produksi karena terjadi pengurangan permintaan dari 3 negara konsumennya, yaitu Jepang, Korea dan Taiwan. Akibatnya, ada sebagian produksi tangguh yang saat ini tidak terserap.
Jika produksi Bontang tidak terserap dan terus menumpuk (tank top), hal ini akan membahayakan keberlangsungan produksi kilang bahkan bisa memaksa Bontang menutup operasional karena tak tertampung lagi.
Untuk, itu, pemerintah memutuskan untuk mengoptimalkan produksi Bontang yang berlebihan untuk memenuhi kewajiban Tangguh yang belum berproduksi.
Β
"Kita mempertimbangkan kalau di Kalimantan Timur itu nanti sampai tank top kemudian kita berhentikan lalu untuk membukanya lagi susah. Kebetulan di Tangguh ini karena kita belum mulai apa-apa, jadi belum buka kran dulu," katanya.
Namun penundaan bukanlah keputusan sepihak Indonesia. Alasan lainnya, lanjut Purnomo, pihaknya juga sedang memastikan kesiapan terminal penerima LNG di Propinsi Fujian, China.
"Kita ingin tahu dulu disana receiving-nya itu siap atau tidak, di Fujian City. Tim kita sudah berangkat kesana kemarin. Kita minta pemerintah China untuk memastikan apakah receiving terminal-nya sudah siap," jelasnya.
(lih/lih)











































