Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi saat ditemui di kantor Departemen Perindustrian (Depperin) Jumat (27/3/2009).
"Saya kira Mei pasti ada review harga lagi, kita tidak bisa meminta review, kalau dari analisa kami itu pasti turun," jelasnya.
Menurut Tjiptadi, saat ini produsen tabung masih fokus memproduksi tabung untuk memenuhi tender pertama 2009 sebanyak 15 juta tabung. Tender pengadaan tabung akan dilanjutkan pada bulan April untuk kebutuhan sebanyak 3 juta tabung.
Dengan begitu, total produksi sampai akhir April ditargetkan mencapai 18 juta tabung sesuai dengan stok harga (Rp 12.000 per kg) bahan baku baja yang dimiliki Krakatau Steel (KS). Selanjutkan akan dilakukan tender pada awal Mei dengan mengacu pada harga baja yang baru yaitu mengikuti harga baja terbaru, yaitu sekitar Rp 8.000 sampai Rp 9.000 per kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu nantinya tergantung dengan Departemen Perindustrian dan BPKP," ucapnya.
Mengenai harga bahan baku saat ini, ia menegaskan pihak produsen tidak keberatan dengan penetapan tersebut karena hal itu sudah menjadi kesepakatan semua pihak termasuk produsen, pihak KS, Depperin.
"Saya keberatan kalau dibilang produsen tabung keberatan dengan harga baja yang dibeli dari KS," katanya.
Dikatakannya saat ini para produsen baru memenuhi kurang lebih 10 juta tabung dari jumlah tender sebanyak 15 juta yang seharusnya rampung di akhir Maret. Penyebabnya salam Januari hingga kini pihaknya sudah mengalami 4 kali penundaan pengiriman oleh Pertamina karena gudang Pertamina Penuh.
"Kira-kira total stok yang sudah dikirim itu 10 juta tabung," imbuhnya.
Dalam program konversi tahun ini, ia menargetkan produksi tabung 3 kg oleh swasta akan mencapai 36 juta tabung dan ditambah dari pihak BUMN sebesar 10 juta tabung sehingga total tahun 2009 mencapai 46 juta unit.
(hen/lih)










































