"So far karena Indonesia ini bukan negara yang mengharuskan eksportir menyediakan dana dan mengembalikan dana ke bank sentral, maka turunnya ekspor tak akan langsung menurunkan cadangan devisa di Indonesia," ujar Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S Goeltom di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat (27/3/2009).
Kondisi Indonesia ini, lanjut Miranda memang berbeda dengan negara lain yang penurunan ekspornya sangat mempengaruhi perekonomian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
itu memang berpengaruh," kata Miranda.
Nah, untuk mencegah kelangkaan dolar AS itu, BI melakukan sejumlah terobosan. "Karena atas dasar itulah kami melakukan berbagai terobosan seperti currency swap arrangement dengan China. Itu untuk mencegah kelangkaan dolar AS yang mengering dan bisa berkurang dampaknya," tutur Miranda.
Miranda juga mengatakan BI kembali melakukan revisi pertumbuhan 2009 dari 4%-5% menjadi 3%-4%.
Namun menurutnya pertumbuhan tidak hanya dipengaruhi dari ekspor saja, tapi juga investasi. "Kekeringan dolar juga berdampak pada investasi. Untuk itu stimulus dapat digunakan agar pertumbuhan bisa tetap positif," katanya.
Inflasi
Sementara untuk pencapaian inflasi Maret, Miranda mengaku belum tahu. Namun dia yakin inflasi tahunan (year on year/YoY) akan turun meskipun jika nanti ada kenaikan di inflasi bulanan (month on month/MoM).
"Ada beberapa komoditi yang turun saya belum tahu Maret ini akan seperti apa hasilnya. Tapi yang jelas YoY akan turun. MoM kadang-kadang bukan menjadi indikator. Bahwa satu bulan turun sedikit itu biasa. Karena perhitungannya adalah melakukan seasonal adjusted, yakni melakukan perhitungan dengan angka bulanan untuk mendapatkan angka tahunan," tutur Miranda.
(ir/qom)










































