Penjualan Moge Impor Terperosok Hingga 50%

Penjualan Moge Impor Terperosok Hingga 50%

- detikFinance
Sabtu, 28 Mar 2009 14:05 WIB
Jakarta - Pelaku importir dan pedagang motor-motor gede (moge) impor mengaku mengalami penurunan penjualan sampai 50% sejak awal tahun hingga triwulan I-2009.

Penyebabnya lonjakan kurs dollar terhadap rupiah yang menyababkan naiknya harga jual, sehingga mempengaruhi daya beli.

"Penjualan mulai jarang, bahkan sekarang banyak yang nitip motor bekasnya," kata Manager Operasional  Hobby Motor, Yayan kepada detikFinance, Sabtu (28/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui gerainya  yang berlokasi Jl Arteri Pondok Indah, Yayan mengaku biasanya dalam setiap bulan Hobby Motor mampu menjual di atas 5 unit, namun sekarang hanya 2 sampai 3 unit motor gede.

 Ia menjelaskan faktor kenaikan harga menjadi biang keladi masalah ini, maklum semua produk motor gede yang dijualnya bulid up alias diimpor langsung dari Jepang dan Korea.

Yayan mencontohkan untuk jenis Moge Sport Honda CBR 600 cc tahun 2008 sebelum ada lonjakan kurs dollar harganya hanya Rp 275 juta on the road, namun kini mencapai Rp 295 juta on the road. Bahkan untuk  CBR 600 cc terbaru tahun 2009 harganya bisa mencapai Rp 345 juta on the road.

"Akhir Desember kita sudah mulai menaikan harga 10% sampai  15%," jelasnya.

Selain itu, dari tren konsumen sekarang ini pembeli moge yang umumnya adalah orang-orang berduit mulai beralih ke produk-produk motor  skuter kecil dengan kapasitas  dibawah 500 cc. Meskipun jenis sport masih menjadi idaman para konsumen kelas atas ini.

"Kalau untuk moge kelas  sport masih bagus yang kapasitas mesin 600 cc," ucapnya.

Dalam setahun Hobby Motor rata-rata mampu menjual 40-50 unit motor, bahkan pada tahun 2007 lalu saat daya beli masyarakat sedang menguat terhadap produk motor penjualan 60 unit sempat ditembus Hobby Motor.

 Namun pada tahun 2008 dimana krisis sudah mulai terasa penjualannya luruh keangka 36 unit.

"Kalau kondisi sekarang keuntungan  tipis pun, kita  jual saja paling-paling margin kita  10%. Makanya kalau orang minta diskon kita pusing juga," ucapnya.

(hen/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads