Penyebabnya lonjakan kurs dollar terhadap rupiah yang menyababkan naiknya harga jual, sehingga mempengaruhi daya beli.
"Penjualan mulai jarang, bahkan sekarang banyak yang nitip motor bekasnya," kata Manager Operasional Hobby Motor, Yayan kepada detikFinance, Sabtu (28/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan faktor kenaikan harga menjadi biang keladi masalah ini, maklum semua produk motor gede yang dijualnya bulid up alias diimpor langsung dari Jepang dan Korea.
Yayan mencontohkan untuk jenis Moge Sport Honda CBR 600 cc tahun 2008 sebelum ada lonjakan kurs dollar harganya hanya Rp 275 juta on the road, namun kini mencapai Rp 295 juta on the road. Bahkan untuk CBR 600 cc terbaru tahun 2009 harganya bisa mencapai Rp 345 juta on the road.
"Akhir Desember kita sudah mulai menaikan harga 10% sampai 15%," jelasnya.
Selain itu, dari tren konsumen sekarang ini pembeli moge yang umumnya adalah orang-orang berduit mulai beralih ke produk-produk motor skuter kecil dengan kapasitas dibawah 500 cc. Meskipun jenis sport masih menjadi idaman para konsumen kelas atas ini.
"Kalau untuk moge kelas sport masih bagus yang kapasitas mesin 600 cc," ucapnya.
Dalam setahun Hobby Motor rata-rata mampu menjual 40-50 unit motor, bahkan pada tahun 2007 lalu saat daya beli masyarakat sedang menguat terhadap produk motor penjualan 60 unit sempat ditembus Hobby Motor.
Namun pada tahun 2008 dimana krisis sudah mulai terasa penjualannya luruh keangka 36 unit.
"Kalau kondisi sekarang keuntungan tipis pun, kita jual saja paling-paling margin kita 10%. Makanya kalau orang minta diskon kita pusing juga," ucapnya.
(hen/ir)
