Ekspor Produk Rotan 2009 Bakal Yang Terburuk

Ekspor Produk Rotan 2009 Bakal Yang Terburuk

- detikFinance
Sabtu, 28 Mar 2009 15:44 WIB
Jakarta - Nilai ekspor produk rotan Indonesia pada tahun 2009 dipastikan akan menjadi yang terburuk.

Para perajin hanya menargetkan sebesar US$ 70 juta, angka ini bakal terus turun sebagai dampak seretnya pasokan bahan baku.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) Hatta Sinatra saat dihubungi detikFinance, Sabtu (28/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta memperkirakan nilai ekspor produk rotan Indonesia bisa turun ke angka 20% di tahun ini, setelah tahun sebelumnya anjlok diangka 10%. Berdasarkan data AMKRI nilai ekspor produk rotan termasuk mebel dan furnitur rotan tahun 2007 mencapai US$ 100 juta kemudian luruh menjadi US$ 90 juta di tahun 2008.

"Tahun 2009 menjadi titik terendah. Sejak  5-6 tahun terakhir ekspor kita selalu turun, tahun ini prediksi kita hanya US$ 70 juta, pemerintah harus segera turun tangan," seru Hatta.

Namun kata Hatta, telah terjadi perbedaan data antara AMKRI dengan pemerintah (BPS), misalnya pada tahun 2007 nilai ekspor produk barang jadi  rotan sebesar US$ 319 juta. Padahal menurut AMKRI angka sebenarnya hanya mencapai US$ 100 juta.

Hal ini terjadi karena kesalahan input data oleh BPS misalnya masalah nomor HS yang  belum benar, seperti ekspor produk bambu dimasukkan dalam nomor HS produk rotan. Bahkan kesalahan pun bisa terjadi terhadap produk bahan baku rotan justru dimasukan dalam katagori produk rotan jadi.

"Ini nggak mungkin angkanya sebesar itu, Cirebon saja sentra terbesar tidak sampai  US$ 107 juta, karena sentra  di Tangerang sudah mati, Surabaya sangat sedikit, Solo pun sedikit," jelasnya.

Mengenai nasib industri rotan saat ini, menurutnya sangat tergantung dengan pemerintah sejauh mana mendukung industri ini, mengingat permasalahan di industri ini tidak hanya tergantung dengan menutup kran ekspor bahan baku rotan, namun masih banyak yang dibenahi.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads