Hal tersebut disampaikan Ekonom Kepala The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip, di sela diskusi Kinerja Ekonomi dan Keuangan 2009, di kantor IEI, Tebet, Jakarta, Minggu (29/3/2009).
"Harga minyak kami proyeksikan bisa sampai US$ 50 per barel di akhir semester pertama," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen tersebut akan makin bergejolak seiring rencana AS mengucurkan dana bailout sebesar US$ 790 miliar.
"Rencana bailout perbankan AS akan memicu harga minyak," tegasnya.
Selain itu, lanjut Sunarsip, harga minyak juga didorong oleh konsumsi energi dunia masih cukup tinggi.
"Sementara itu, untuk harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) akan mengikuti pergerakan harga minyak," pungkasnya.
Harga minyak sempat menyentuh harga tertingginya di tahun ini, yaitu US$ 54 per barel pada perdagangan hari Kamis (26/3/2009).
Namun harga tersebut kembali surut pada akhir pekan, sehingga harga minyak kembali ke level US$ 51 per barel untuk jenis Brent dan US$ 52 per barel untuk jenis light sweet.
(dru/lih)











































