Demikian 24 poin draf komunike G20 yang dilansir Financial Times dan dikutip dari AFP, Senin (30/1/2009).
Pertemuan G20 sendiri baru akan berlangsung pada 1-2 April 2009 di London. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga rencananya akan hadir dalam pertemuan negara maju dan berkembang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memutuskan untuk memulihkan pertumbuhan sekarang, menolak proteksionisme dan mereformasi pasar serta institusi finansial kedepannya. Kami memutuskan untuk menjamin bahwa krisis ini tidak akan terulang. Dan Kami tidak akan mundur ke proteksionisme finansial," demikian draf komunike G20.
Mengenai stimulus fiskal dan gelontoran dana bailout yang dikhawatirkan dapat memicu inflasi, G20 menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk bekerjasama mencegak dampak yang diinginkan pada negara lain.
Dalam draf komunike itu juga dikatakan bahwa negara berkembang dan maju harus memiliki suara dan perwakilan yang lebih besar di institusi finansial internasional. Keinginan itu sekaligus membuka jalan untuk mereformasi IMF dan Bank Dunia.
(qom/qom)











































