"Produksi dari lapangan-lapangan Kaltim juga diturunkan," ujar Kepala BP Migas R Priyono dalam pesan singkatnya, Senin (30/3/2009).
Pengurangan produksi kilang dan lapangan gas ini merupakan langkah untuk mengantisipasi terjadi tank top. Tank top terjadi manakala tempat penampungan hasil produksi sudah terlalu penuh sehingga tidak bisa menampung lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengurangi produksi hanya salah satu cara. Di sisi lain, BP Migas juga mengupayakan agar produk yang dihasilkan kilang Bontang bisa terus terserap.
Salah satu usaha yang dikerahkan, yaitu dengan mengkonversi gas yang dihasilkan menjadi LPG yang bisa digunakan untuk konsumsi dalam negeri.
"Kita coba maksimal di-convert menjadi LPG untuk pasar domestik," jelasnya.
Jika semua usaha itu sudah dilakukan namun produksi tetap berlebih, maka BP Migas akan mencari pembeli tambahan baik dari dalam maupun luar negeri.
"Sisanya kita maksimalkan untuk cari market yang ada baik di domestik maupun luar negeri," katanya.Seperti diketahui, kilang Bontang mengalami kelebihan stok LNG akibat pengurangan permintaan dari Jepang, Korea dan Taiwan. Ketiga negara tersebut tak mampu lagi menyerap LNG dari Indonesia karena aktivitas ekonomi yang menurun seiring krisis global.
(epi/lih)











































